Artikel: Pentingnya Pengembangan Literasi Keuangan dalam Memajukan UMKM di Daerah
- 26 Jul 2023 12:27 WIB
- Kendari
Dalam era globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, pengembangan literasi keuangan menjadi sangat penting bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Literasi keuangan memainkan peran kunci dalam membantu UMKM untuk mengelola keuangan dengan lebih efektif dan efisien.
Pengembangan literasi keuangan bagi UMKM khususnya di daerah tidak dapat dikesampingkan, terlebih dalam menghadapi dinamika serta tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Para pelaku UMKM perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam mengelola bisnis dan pengelolaan keuangannya.
Pengembangan literasi keuangan dalam memajukan UMKM di daerah sangat penting dan tidak dapat diabaikan oleh berbagai pihak, khususnya dari Pemerintah, Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Keuangan Non Perbankan, serta pengelola UMKM itu sendiri.
Dengan pemahaman yang baik tentang konsep dasar keuangan seperti pengelolaan kas, perencanaan anggaran, dan investasi, pelaku UMKM dapat membuat keputusan bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan.
Selain itu, literasi keuangan juga membantu UMKM dalam memahami risiko-risiko yang terkait dengan kegiatan bisnis mereka. Dengan pengetahuan yang cukup tentang manajemen risiko dan asuransi, UMKM dapat menghindari kerugian finansial yang tidak terduga serta dapat melindungi aset mereka.
Pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Pusat selalu berperan aktif dalam meningkatkan literasi keuangan, seperti dikutip dari Siaran Pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tangga, 4 Juli 2023, “Terus Upayakan Peningkatan Inklusi Keuangan, Pemerintah Dorong Inisiatif Edukasi dan Literasi Keuangan bagi Masyarakat”.
Dalam rangka mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah perlu untuk terus mendorong pemerataan akses layanan keuangan formal yang berkualitas dengan biaya terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Mempertimbangkan hal tersebut, Pemerintah melalui Kelompok Kerja Edukasi Keuangan pada Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) gencar mendorong berbagai inisiatif kegiatan edukasi atau literasi keuangan yang menyasar kelompok masyarakat prioritas.
Dukungan Pemerintah dilakukan melalui Kementerian/Lembaga maupun dari instansi-instansi terkait terus dilaksanakan melalui berbagai program dan kegiatan.
Pengembangan literasi keuangan juga memberikan akses kepada UMKM dalam pemenuhan sumber daya finansial tambahan seperti pinjaman usaha atau pemenuhan modal. Dengan pemahaman tentang laporan keuangan dan kemampuan dalam penyusunan proposal bisnis yang kuat, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan finansial dari lembaga keuangan.
Masyarakat dan pelaku UMKM di daerah selain membutuhkan kemudahan terhadap inklusi keuangan, juga memerlukan kemudahan akses informasi, sehingga perlu dikembangkan pemahaman literasi keuangan baik dari segi permodalan maupun pemahaman terkait bisnisnya.
Masyarakat secara luas mungkin baru paham sebatas produk-produk keuangan, akan tetapi belum mengerti manfaatnya. Jangan sampai pelaku UMKM di daerah tidak berkembang karena kurangnya akses terhadap literasi dan inklusi keuangan dikarenakan permasalahan seperti kurangnya informasi.
Berdasarkan catatan OJK, kinerja outstanding pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online pada bulan Mei 2023 sebesar Rp51,46 triliun atau tumbuh sebesar 28,11 persen yoy. Dari jumlah tersebut, sebesar 38,39 persen merupakan pembiayaan kepada pelaku UMKM, dengan penyaluran kepada UMKM perseorangan dan badan usaha masing-masing sebesar Rp15,63 triliun dan Rp4,13 triliun.
Tingginya pertumbuhan pembiayaan pinjaman online ini menunjukan fungsi intermediasi yang berjalan dan tingginya kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM akan akses keuangan yang lebih mudah serta cepat dibandingkan melalui perbankan atau perusahaan pembiayaan.
OJK juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai instrument komunikasi untuk memanfaatkan pinjaman online ini secara bijak seperti untuk kebutuhan yang produktif dan bukan untuk kepentingan konsumtif.
Dalam rangka memajukan UMKM di daerah, pemerintah dan lembaga-lembaga terkait perlu mengambil inisiatif, serta langkah-langkah untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan para pelaku UMKM. Pemerintah khususnya, memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan literasi keuangan di daerah.
Baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah harus mempunyai inisiatif yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen keuangan kepada para pelaku UMKM di daerah.
Beberapa Langkah inisiatif yang dapat dilaksanakan antara lain melalui pelatihan dan workshop pengetahuan tentang cara pengelolaan bisnis, cara membuat laporan keuangan dan analisis kinerja bisnis serta perencanaan anggaran.
Pemerintah melalui instansi terkait dapat melakukan pendampingan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan kepada pelaku UMKM. Pemerintah harus menjalin kerjasama dengan lembaga keuangan dan perbankan untuk menyediakan akses lebih mudah terhadap produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan para pelaku UMKM.
Hal ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat memperoleh pembiayaan atau pinjaman modal yang terjangkau dan transparan. Pemerintah juga harus menggalakkan kampanye sosialisasi literasi keuangan melalui media massa dan platform digital. Dengan cara ini, informasi mengenai manfaat pentingnya literasi keuangan dapat disampaikan secara luas kepada masyarakat umum, termasuk para pelaku UMKM.
Implementasi di lapangan dalam mengembangkan program literasi keuangan untuk UMKM di daerah menjadi sebuah tantangan, sehingga diperlukan strategi yang efektif dalam mengimplementasikan program tersebut. Beberapa Langkah startegi yang dapat dilaksanakan diantaranya:
1. Melibatkan pihak-pihak terkait seperti lembaga pemerintah daerah, organisasi non-profit, dan komunitas bisnis lokal. Dengan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak ini, program literasi keuangan dapat lebih mudah diimplementasikan dan menjangkau lebih banyak UMKM di daerah.
2. Mengadaptasi materi literasi keuangan sesuai dengan konteks lokal. Setiap daerah memiliki karakteristik perekonomian yang berbeda sehingga penting untuk menyediakan informasi serta sumber daya yang relevan dengan situasi setempat.
3. Memastikan program literasi keuangan mudah diakses oleh para pelaku UMKM di daerah, seperti membuat platform online atau aplikasi mobile yang mudah digunakan sehingga dapat membantu para pelaku UMKM mendapatkan akses langsung kepada materi literasi keuangan dengan mudah dan cepat.
Dengan mengimplementasikan strategi yang efektif, pengembangan literasi keuangan untuk UMKM di daerah dapat memberikan manfaat yang nyata dan membantu para pelaku UMKM dalam mengelola keuangan dengan lebih baik.
Mereka akan memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya finansial mereka dengan bijak, membuat keputusan bisnis yang cerdas, serta berkontribusi secara signifikan dalam pertumbuhan ekonomi lokal.
Tidak hanya itu, pengembangan literasi keuangan juga dapat meningkatkan transparansi dalam praktik bisnis UMKM. Dengan pemahaman tentang etika bisnis dan kepatuhan terhadap peraturan keuangan, UMKM dapat membangun reputasi yang baik dan mendapatkan kepercayaan dari pelanggan dan mitra bisnis.
Dalam jangka panjang, hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Melalui pengembangan literasi keuangan yang kuat, UMKM di daerah dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.
Oleh: Lucky Okawendi (Pejabat Pengawas pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Raha)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....