UMKendari Dorong Transformasi Perikanan Berbasis Smart Digital Fishery

  • 29 Jun 2026 21:12 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKendari) mendorong transformasi sektor perikanan melalui penerapan konsep Smart Digital Fishery di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan. Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan teknologi digital di sektor perikanan.

Program tersebut dilaksanakan melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah Ruang Lingkup Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dengan tema Peningkatan Kapasitas Nelayan dan Pengolah Ikan Berbasis Smart Digital Fishery Menuju Sentra Ketahanan Pangan Ikan Desa Torobulu. Kegiatan yang dimulai pada Sabtu (27/6/2026) ini akan berlangsung hingga Desember 2026 melalui serangkaian pelatihan, pendampingan, praktik lapangan, monitoring, dan evaluasi.

Program tersebut memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dukungan tersebut menjadi bentuk sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan sektor perikanan berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Tim Pelaksana, Dr. Fajriah, S.Pi., M.Si., dari Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMKendari, menjelaskan bahwa pendekatan Smart Digital Fishery merupakan strategi penting dalam mentransformasi sektor perikanan tradisional menjadi lebih modern, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berkelanjutan.

"Melalui program ini kami ingin memperkenalkan teknologi yang sederhana, mudah diterapkan, namun memiliki manfaat besar bagi nelayan dan kelompok pengolah ikan. Digitalisasi tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas usaha, tetapi juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat melalui data, meningkatkan efisiensi biaya operasional, serta mendorong pemanfaatan sumber daya ikan yang lebih bertanggung jawab dan ramah lingkungan," ujar Dr. Fajriah.

Ia menambahkan, pemberdayaan masyarakat pesisir tidak cukup hanya melalui bantuan sarana dan prasarana, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar masyarakat mampu mengelola teknologi secara mandiri dan berkelanjutan.

Selama pelaksanaan program, peserta mendapatkan pelatihan penggunaan alat tangkap atau pukat yang lebih ramah lingkungan, penggunaan alat ukur fisika-kimia perairan digital, serta alat ukur hasil tangkapan ikan berbasis digital yang memungkinkan pencatatan produksi dilakukan secara lebih akurat dan real time. Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan usaha dan penyediaan data sektor perikanan yang lebih valid.

Pada aspek hilirisasi, masyarakat juga mendapatkan pelatihan pembuatan sambal ikan kering berbahan ikan teri dan ikan kakap, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan yang higienis, teknik pengemasan, hingga penyusunan label produk yang menarik. Inovasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan masyarakat Desa Torobulu.

Program ini melibatkan sejumlah narasumber dari berbagai disiplin ilmu. Dr. Muhammad Nur, S.P., M.Si., dari Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UMKendari memberikan materi mengenai analisis kelayakan usaha, strategi pengembangan bisnis, pengelolaan keuangan sederhana, serta pemanfaatan pemasaran digital. Sementara itu, Muhammad Sainal Abidin, S.Si., M.Si., dari Program Studi D-III Teknik Elektromedis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya memberikan pelatihan penggunaan alat ukur fisika-kimia perairan digital beserta teknik interpretasi hasil pengukurannya.

Pada aspek lingkungan, Mochammad Assiddied, S.T., M.Si., dari Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik UMKendari memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan pesisir, penggunaan kemasan plastik yang aman untuk pangan, serta pengelolaan limbah hasil pengolahan ikan agar tidak mencemari lingkungan. Adapun materi pengolahan hasil perikanan disampaikan oleh Kobajashi Togo Isamu, S.Pi., M.P., dari Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo.

Hingga Desember 2026, tim pengabdian akan terus melakukan pendampingan melalui penerapan Good Handling Practices (GHP), peningkatan standar sanitasi dan higiene, teknik pengolahan hasil perikanan yang efektif dan efisien, serta penguatan kelembagaan kelompok nelayan dan kelompok pengolah ikan. Program ini diharapkan dapat menjadikan Desa Torobulu sebagai model desa binaan berbasis Smart Digital Fishery di Sulawesi Tenggara.

Tim pelaksana juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan pendanaan yang diberikan. Dukungan tersebut dinilai menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat mampu menghasilkan program pemberdayaan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, UMKendari berharap masyarakat pesisir tidak hanya menjadi pelaku usaha perikanan yang produktif, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki daya saing tinggi, serta berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan kemandirian ekonomi pesisir di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....