BI Siapkan Rp20 Miliar Uang Layak Edar untuk Wilayah 3T di Sultra
- 05 Mei 2026 11:52 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) resmi meluncurkan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 di Dermaga pangkalan TNI AL Kendari, Selasa, 5 Mei 2026
Ekspedisi ini untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh pelosok Nusantara, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
Kepala KPwBI Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengungkapkan bahwa ekspedisi ini menjadi instrumen penting dalam mempercepat penarikan Uang Tidak Layak Edar (UTLE).
Melalui implementasi Clean Money Policy, Bank Indonesia berupaya menjaga kualitas uang yang beredar di tangan masyarakat agar tetap dalam kondisi baik dan layak digunakan.
“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bank Indonesia dalam mempercepat penarikan Uang Tidak Layak Edar melalui implementasi Clean Money Policy di Kabupaten Wakatobi,” jelas Edwin Permadi.
Kabupaten Wakatobi dipilih sebagai lokasi sasaran karena karakteristik wilayahnya yang strategis sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas dan cagar biosfer dunia.
Dijelaskan, sebagai daerah yang memiliki kekayaan bawah laut luar biasa, kehadiran Rupiah di Wakatobi tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan negara di jalur perairan internasional.
Ekspedisi tahun ini menggunakan KRI Pulau Rimau 724 yang dijadwalkan berlayar mulai tanggal 5 hingga 11 Mei 2026.
Misi ini akan menjangkau lima pulau utama di Kabupaten Wakatobi, yakni Pulau Wangi-Wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia, Pulau Binongko, dan Pulau Runduma.
Selain layanan kas keliling, BI juga membawa misi peningkatan literasi melalui edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat dan pelajar.
Berdasarkan data tahun 2025, indeks Awareness CBP Rupiah di Sulawesi Tenggara mencapai angka 84,90, yang merupakan capaian tertinggi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).
Angka tersebut jauh melampaui indeks nasional yang berada di angka 77,74, sehingga performa positif ini perlu terus dipertahankan melalui edukasi langsung di lapangan.
Tak hanya fokus pada aspek ekonomi, ERB 2026 juga merangkai kegiatannya dengan aksi sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat kepulauan.
Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi, BI menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis dan sunatan massal di berbagai titik puskesmas.
Untuk mendukung kelancaran transaksi ekonomi warga, Bank Indonesia telah menyiapkan modal kerja dalam jumlah fantastis mencapai Rp20.000.000.000 (dua puluh miliar rupiah).
Penyediaan uang tunai ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang layak edar serta memperkuat posisi Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran sah di NKRI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....