Pulau Hashima, Jepang: Jejak Misteri di Pulau Hantu Kapal
- 17 Jul 2024 13:14 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Pulau Hashima, juga dikenal sebagai Gunkanjima (Pulau Kapal), adalah sebuah pulau kecil yang terletak sekitar 15 kilometer dari Nagasaki, Jepang. Pulau ini telah menjadi bahan perdebatan dan penelitian karena sejarahnya yang kaya jejak misteri, dan kondisi bangunan yang memprihatinkan.
Dilansir dari artikel architecturaldigest.in: Hashima is a Japanese ghost island with a dark history, pulau Hashima pada awalnya dikenal sebagai tempat penambangan batu bara yang sangat produktif pada awal abad ke-20. Pada puncaknya, pulau ini dihuni oleh ribuan pekerja tambang dan keluarga mereka. Bangunan-bangunan apartemen beton yang padat dan jalan-jalan sempit mencerminkan kehidupan yang keras dan komunitas yang tertutup di masa lalu.
Namun, setelah penutupan tambang pada tahun 1974, Pulau Hashima secara bertahap ditinggalkan. Bangunan-bangunan apartemen yang terbengkalai dan fasilitas umum lainnya kini menjadi saksi bisu dari masa lalu yang megah, tetapi juga menunjukkan keruntuhan zaman dan cuaca laut yang keras.
Pulau Hashima mendapat julukan "Pulau Hantu Kapal" karena atmosfer yang mencekam yang disuguhkan oleh bangunan-bangunan yang terbengkalai dan dinding-dinding yang rapuh. Pulau ini telah menjadi tujuan populer bagi para peneliti sejarah, fotografer, dan penjelajah urban yang tertarik dengan jejak sejarah Jepang yang bersemayam di tempat-tempat terabaikan seperti ini.
Pada tahun 2009, Pulau Hashima diumumkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, yang menarik perhatian lebih lanjut terhadap perlindungan dan pemulihan kebudayaannya. Meskipun demikian, akses ke pulau ini dibatasi dan hanya bisa diakses melalui tur khusus yang diorganisir oleh pihak berwenang.
Kisah Pulau Hashima adalah cermin dari transformasi ekonomi dan sosial Jepang yang cepat pada abad ke-20, serta menunjukkan kerentanan struktur kota yang ditinggalkan terhadap cuaca dan waktu. Pemerintah Jepang terus berupaya untuk menjaga warisan budaya pulau ini sambil melindungi lingkungan maritim yang rapuh di sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....