Tempe, Warisan Kuliner Nusantara yang Mendunia

  • 23 Agt 2025 12:57 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Tempe, makanan tradisional khas Indonesia, kini semakin dikenal di kancah internasional sebagai simbol kuliner nusantara yang kaya akan nilai budaya dan gizi.

Produk hasil fermentasi kedelai ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia selama berabad-abad. Keunikan tempe terletak pada proses pembuatannya yang menggunakan jamur Rhizopus oligosporus, mencerminkan pengetahuan lokal dalam bioteknologi tradisional.

Sebagai bentuk pelestarian warisan budaya, pemerintah Indonesia secara resmi mengajukan tempe ke UNESCO untuk diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Selain menjadi ikon budaya, tempe juga mendapat pengakuan ilmiah sebagai superfood yang kaya nutrisi. Kandungan proteinnya tinggi dan lebih mudah dicerna dibandingkan kedelai biasa, serta mengandung vitamin B12 yang langka ditemukan dalam produk nabati.

Dalam jurnal ilmiah berjudul "Tempe: Pangan Lokal Unggul (Superfood) Khasanah Budaya Bangsa", Badrut Tamam menjelaskan bahwa proses fermentasi meningkatkan nilai gizi tempe, menjadikannya solusi potensial untuk permasalahan kekurangan gizi. Tempe pun dianggap sebagai alternatif sehat dan ramah lingkungan dibandingkan sumber protein hewani.

Ketenaran tempe di luar negeri sudah dimulai sejak tahun 1980-an melalui buku The Book of Tempeh karya Shurtleff dan Aoyagi. Kini, tempe tak hanya tersedia di pasar tradisional Indonesia, tetapi juga dapat ditemukan di toko makanan sehat di Amerika Serikat, Jepang, dan Belanda.

Permintaan global terhadap tempe meningkat seiring dengan tren konsumsi pangan berbasis nabati, menjadikannya peluang besar bagi pelaku UMKM Indonesia untuk menembus pasar ekspor.

Meskipun begitu, tantangan tetap ada dalam mengenalkan tempe ke dunia secara lebih luas. Aroma dan teksturnya yang khas masih menjadi kendala di beberapa negara yang belum terbiasa dengan cita rasa fermentasi.

Namun, dengan dukungan pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, tempe memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai kuliner yang tidak hanya sehat, tetapi juga sarat makna budaya. Tempe bukan sekadar makanan, melainkan cermin dari identitas bangsa Indonesia yang layak diapresiasi dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....