Sehatkah Minyak Goreng yang Digunakan Berkali-kali

  • 30 Jul 2025 11:02 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Menghemat minyak goreng dengan cara menggunakannya berkali-kali masih menjadi praktik umum di rumah tangga dan usaha kuliner. Namun, kebiasaan ini menyimpan risiko kesehatan yang sering kali diabaikan. Minyak yang digunakan berulang akan mengalami degradasi kualitas dan membentuk senyawa berbahaya bagi tubuh.

Setiap kali dipanaskan, terutama pada suhu tinggi, struktur kimia minyak berubah. Jika digunakan berulang kali, minyak akan menghasilkan senyawa seperti akrolein, aldehida, dan bahkan lemak trans—semua zat yang berkaitan dengan peradangan, penurunan fungsi jantung, serta risiko kanker. Warna minyak yang makin gelap dan aroma tengik menjadi tanda fisik penurunan kualitas tersebut.

Penelitian dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang digoreng menggunakan minyak jelantah dapat meningkatkan stres oksidatif dalam tubuh dan memicu gangguan metabolik. Studi tersebut juga mencatat adanya korelasi antara paparan senyawa hasil degradasi minyak dan meningkatnya risiko hipertensi serta gangguan hati pada hewan uji.

Agar lebih aman, disarankan untuk tidak menggunakan minyak lebih dari 2–3 kali penggorengan, serta menyaring sisa makanan dari minyak setelah digunakan. Menggunakan minyak dengan titik asap tinggi seperti minyak kanola, minyak jagung, atau minyak zaitun ringan juga membantu mengurangi risiko pembentukan senyawa berbahaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....