Mitos Seputar Tepung yang Sering Keliru Dipercaya Masyarakat

  • 23 Jul 2025 18:31 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Tepung adalah bahan pokok yang hampir selalu ada di dapur rumah tangga Indonesia. Namun, bersamaan dengan popularitasnya, muncul berbagai mitos seputar tepung yang belum tentu sesuai dengan fakta ilmiah. Sayangnya, banyak masyarakat yang masih mempercayainya tanpa memahami konteks gizi dan kesehatan secara menyeluruh.

Salah satu mitos paling umum adalah anggapan bahwa semua jenis tepung pasti menyebabkan kegemukan. Padahal, tidak semua tepung berdampak sama pada tubuh. Tepung putih memang cepat meningkatkan gula darah, tapi tepung gandum utuh justru dapat membantu menjaga berat badan karena kandungan seratnya yang tinggi. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi gandum utuh berkaitan dengan penurunan risiko obesitas dan penyakit metabolik, berkat kandungan serat dan fitonutrien yang membantu mengatur metabolisme dan nafsu makan.

Mitos lain adalah anggapan bahwa tepung bebas gluten selalu lebih sehat. Faktanya, bagi orang tanpa penyakit celiac atau sensitivitas gluten, tidak ada bukti kuat bahwa menghindari gluten memberikan manfaat kesehatan. Bahkan, diet bebas gluten tanpa kebutuhan medis dapat mengurangi asupan nutrisi penting seperti serat, zat besi, dan vitamin B.

Keyakinan bahwa semua tepung olahan harus dihindari juga tidak sepenuhnya benar. Yang penting adalah seimbang: mengenali jenis tepung yang digunakan, membatasi makanan ultraprocessed, dan menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Pemahaman yang keliru bisa membuat seseorang terlalu membatasi makanan sehat atau justru berpaling ke pilihan yang tampak sehat tapi sebenarnya rendah gizi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....