Nyamuk Tertarik pada Warna Gelap dan Bau Keringat

  • 20 Mei 2025 21:04 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Pernahkah Anda merasa lebih sering digigit nyamuk saat mengenakan pakaian gelap? Ternyata, hal ini bukan sekadar kebetulan. Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk memang lebih tertarik pada warna gelap dan bau keringat manusia.

Nyamuk menggunakan berbagai sinyal untuk menemukan inangnya, termasuk suhu tubuh, karbon dioksida dari napas, serta aroma yang berasal dari kulit manusia. Warna gelap menyerap panas lebih banyak, sehingga lebih mudah terdeteksi oleh sensor panas nyamuk. Selain itu, keringat yang mengandung asam laktat dan amonia juga menjadi daya tarik kuat bagi nyamuk betina.

Bau tubuh manusia, khususnya yang muncul saat berkeringat, mengandung senyawa kimia tertentu yang sangat disukai nyamuk. Inilah sebabnya orang yang aktif bergerak, berkeringat, atau mengenakan pakaian hitam lebih rentan menjadi sasaran gigitan.

Dalam jurnal Current Biology, ditemukan bahwa nyamuk tertarik pada kombinasi karbon dioksida, panas tubuh, dan visual kontras seperti pakaian gelap. Kombinasi inilah yang memandu nyamuk dalam memilih inang secara efisien di lingkungan sekitarnya.

Masyarakat disarankan mengenakan pakaian berwarna terang dan menjaga kebersihan tubuh untuk meminimalkan daya tarik bagi nyamuk. Pencegahan sederhana ini dapat mengurangi risiko gigitan dan penularan penyakit seperti DBD dan malaria.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....