Tanda Dehidrasi pada Anak dan Lansia Selama Ramadhan

  • 15 Mar 2025 05:28 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Dehidrasi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi selama bulan Ramadhan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Meskipun puasa mengajarkan kita untuk menahan lapar dan haus, penting bagi orangtua dan keluarga untuk mengetahui tanda-tanda dehidrasi yang dapat terjadi pada anak dan lansia, agar tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan cepat.

Pada anak-anak, gejala dehidrasi sering kali lebih sulit dikenali, karena mereka mungkin tidak dapat mengungkapkan perasaan mereka dengan jelas. Beberapa tanda dehidrasi yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Mulut Kering dan Lidah Kering: Anak yang dehidrasi cenderung memiliki mulut yang kering, dan lidah yang terasa lengket.
  2. Penurunan Frekuensi Buang Air Kecil: Jika anak jarang buang air kecil atau urine yang dikeluarkan berwarna gelap, ini adalah indikasi dehidrasi.
  3. Kelesuan atau Kehilangan Energi: Dehidrasi bisa membuat anak merasa lelah atau tidak bertenaga. Mereka cenderung kurang aktif dan tampak lesu.
  4. Kulit yang Tidak Kembali ke Posisi Semula: Kulit anak yang terhidrasi dengan baik akan kembali ke posisi semula jika dicubit ringan. Namun, kulit anak yang dehidrasi mungkin akan lambat kembali ke posisi semula.
  5. Tenggorokan Kering atau Haus Berlebihan: Anak yang dehidrasi sering merasa haus, meskipun mereka mungkin sulit mengungkapkan hal tersebut.

Lansia lebih rentan terhadap dehidrasi karena mereka mungkin tidak merasa haus seperti orang dewasa yang lebih muda. Oleh karena itu, pengawasan ekstra sangat diperlukan. Gejala yang harus diperhatikan antara lain:

  1. Kebingungan atau Disorientasi: Dehidrasi pada lansia dapat menyebabkan kebingungan atau bahkan disorientasi, yang bisa menandakan gangguan pada fungsi otak. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal "Effects of Dehydration on Elderly People During Ramadan Fasting", dehidrasi dapat memperburuk kondisi kognitif pada lansia, menyebabkan masalah seperti kebingungan dan penurunan kesadaran.
  2. Kulit Kering dan Keriput: Kulit lansia yang kering dan tampak keriput bisa menjadi indikasi bahwa tubuh mereka kekurangan cairan.
  3. Penurunan Tekanan Darah: Dehidrasi dapat menyebabkan penurunan tekanan darah pada lansia, yang bisa berisiko menyebabkan pusing atau pingsan.
  4. Mulut Kering dan Mengunyah yang Sulit: Lansia yang dehidrasi mungkin merasakan mulutnya kering, serta kesulitan mengunyah atau menelan makanan dan minuman.
  5. Sakit Kepala atau Pusing: Sakit kepala yang terus-menerus atau perasaan pusing bisa menjadi tanda bahwa tubuh lansia kekurangan cairan.

Dehidrasi selama Ramadhan adalah masalah kesehatan serius yang harus diperhatikan, terutama pada anak-anak dan lansia. Dengan mengenali tanda-tanda dehidrasi dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat, kita dapat memastikan kesehatan mereka tetap terjaga selama berpuasa. Orangtua dan keluarga diharapkan lebih peka terhadap kondisi tubuh anak dan lansia untuk mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari. Menurut jurnal "Dehydration and Its Impact on Health During Ramadan: A Review, menjaga hidrasi dengan benar sangat penting untuk mengurangi risiko komplikasi kesehatan yang lebih serius selama bulan puasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....