Afganistan, Polusi Udara Meningkat dengan Dampak Kesehatan yang Parah

  • 28 Feb 2025 07:14 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Afganistan kini menghadapi peningkatan signifikan dalam tingkat polusi udara yang berdampak buruk bagi kesehatan penduduknya. Penyebab utama polusi udara di Afganistan melibatkan pembakaran bahan bakar fosil, terutama di sektor rumah tangga dan industri. Selama musim dingin, banyak warga Afganistan mengandalkan pemanas berbahan bakar kayu atau batu bara, yang menghasilkan asap dan partikel halus yang membahayakan kesehatan. Selain itu, emisi kendaraan yang tidak ramah lingkungan dan pembakaran sampah juga memperburuk kualitas udara.

Polusi udara ini menyebabkan dampak kesehatan yang serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit pernapasan. Penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis menjadi lebih umum, dan risiko gangguan jantung serta kanker paru-paru juga meningkat. Menurut laporan dari Health Effects Institute, polusi udara di Afganistan berkontribusi pada angka kematian dini yang semakin tinggi, dengan penyakit yang berhubungan dengan kualitas udara menjadi penyebab utama.

Menurut jurnal Air Pollution and Health in Afghanistan: The Growing Crisis, Journal of Environmental Health and Sustainability, mengatakan pemerintah Afganistan telah mengakui masalah polusi udara ini dan mulai memperkenalkan langkah-langkah untuk mengurangi dampaknya, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat dan menerapkan kebijakan pengurangan emisi dari kendaraan. Namun, dengan kondisi ekonomi yang sulit dan ketergantungan besar pada bahan bakar fosil, transisi ke energi yang lebih bersih dan lebih aman masih menghadapi banyak tantangan.

Masyarakat internasional juga semakin memberikan perhatian terhadap masalah ini, mendorong Afganistan untuk memperkuat kebijakan lingkungan dan berinvestasi dalam teknologi yang dapat mengurangi polusi serta melindungi kesehatan masyarakat dari dampak buruk udara kotor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....