Mereka Melompat Demi Tradisi yang Menginspirasi Bungee Jumping

  • 06 Agt 2026 06:47 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Jauh sebelum bungee jumping menjadi olahraga ekstrem yang populer di berbagai negara, masyarakat di Pulau Pentecost, Vanuatu, telah lebih dahulu mengenal tradisi melompat dari menara kayu. Tradisi yang dikenal sebagai Naghol atau land diving ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.

Dalam tradisi tersebut, para pria memanjat menara kayu yang tingginya dapat mencapai lebih dari 20 meter. Sebelum melompat, kedua pergelangan kaki mereka diikat menggunakan sulur tanaman rambat yang dipilih secara khusus. Panjang sulur disesuaikan dengan ketinggian lompatan agar tubuh pelompat nyaris menyentuh tanah tanpa mengalami cedera serius.

Bagi masyarakat setempat, Naghol bukan sekadar atraksi keberanian. Tradisi ini dipercaya sebagai simbol kedewasaan, keberanian, sekaligus harapan akan panen ubi yang melimpah. Upacara biasanya digelar antara April hingga Juni, ketika sulur tanaman masih memiliki kelenturan yang cukup untuk digunakan sebagai pengaman alami.

Menurut UNESCO, tradisi masyarakat di Pulau Pentecost merupakan bagian dari warisan budaya yang mencerminkan hubungan erat antara kepercayaan, lingkungan, dan kehidupan sosial. Naghol juga dikenal luas karena menginspirasi lahirnya olahraga modern bungee jumping, yang dikembangkan pada akhir 1970-an dengan menggunakan tali elastis sebagai pengaman.

Meski sama-sama melibatkan lompatan dari ketinggian, Naghol memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar memacu adrenalin. Tradisi ini menunjukkan bahwa di balik sebuah aksi yang tampak ekstrem, tersimpan nilai budaya, kepercayaan, dan identitas yang terus dijaga oleh masyarakat selama bergenerasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....