Semalam dalam Setahun, Ribuan Lobak Berubah Menjadi Karya Seni
- 06 Agt 2026 06:46 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Sebagian besar festival identik dengan pertunjukan musik atau pawai budaya. Namun, di Kota Oaxaca, Meksiko, ada sebuah tradisi yang menjadikan lobak sebagai pusat perhatian. Setiap tanggal 23 Desember, ribuan pengunjung berkumpul untuk menyaksikan Night of the Radishes atau Noche de Rábanos, festival seni ukir lobak yang hanya berlangsung selama satu malam.
Tradisi ini telah diselenggarakan sejak 1897 dan berawal dari kebiasaan para petani menghias hasil panennya agar lebih menarik perhatian pembeli menjelang perayaan Natal. Seiring waktu, ukiran sederhana tersebut berkembang menjadi ajang perlombaan yang menampilkan karya-karya dengan tingkat detail tinggi, mulai dari tokoh sejarah, adegan kehidupan sehari-hari, hingga kisah-kisah rakyat Meksiko.
Lobak yang digunakan dalam festival ini juga bukan sembarang lobak. Para petani menanam varietas khusus yang dapat tumbuh lebih besar dari ukuran biasanya sehingga lebih mudah dipahat menjadi berbagai bentuk. Karena bahan utamanya merupakan sayuran segar yang mudah layu, seluruh karya hanya dipamerkan selama semalam sebelum kualitasnya menurun.
Menurut UNESCO, tradisi dan perayaan masyarakat merupakan bagian penting dari warisan budaya takbenda karena mencerminkan kreativitas, identitas, dan nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Night of the Radishes menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan sederhana yang berakar dari kehidupan para petani mampu berkembang menjadi tradisi budaya yang terus dijaga dan menarik perhatian dunia.
Meski hanya berlangsung dalam hitungan jam, festival ini menunjukkan bahwa sebuah karya tidak harus bertahan selamanya untuk memiliki makna. Justru melalui tradisi yang terus diwariskan, masyarakat Oaxaca membuktikan bahwa kreativitas dan kebersamaan dapat menghidupkan sebuah budaya dari generasi ke generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....