Siulan yang Menjadi Bahasa Sehari-hari
- 06 Agt 2026 06:44 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Bagi sebagian orang, siulan mungkin hanya digunakan untuk memanggil seseorang atau menyenandungkan lagu. Namun, di Pulau La Gomera, Kepulauan Canary, Spanyol, siulan justru menjadi bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa ini dikenal sebagai Silbo Gomero dan telah diwariskan dari generasi ke generasi selama ratusan tahun.
Silbo Gomero berkembang karena kondisi geografis La Gomera yang dipenuhi lembah dan tebing curam. Suara siulan mampu menjangkau jarak hingga beberapa kilometer, sehingga penduduk dapat menyampaikan pesan tanpa harus berjalan menembus medan yang sulit. Melalui perubahan nada, tinggi-rendah bunyi, dan durasi siulan, penutur dapat mengubah kalimat dalam bahasa Spanyol menjadi rangkaian siulan yang dapat dipahami oleh lawan bicara.
Meski teknologi komunikasi kini telah berkembang pesat, tradisi tersebut masih terus dipertahankan. Silbo Gomero bahkan diajarkan di sekolah-sekolah di Pulau La Gomera sebagai bagian dari upaya melestarikan identitas budaya masyarakat setempat. Bagi warga setempat, bahasa ini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan simbol sejarah dan kemampuan manusia beradaptasi dengan lingkungan.
Menurut United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Silbo Gomero merupakan Warisan Budaya Takbenda yang menunjukkan bagaimana sebuah bahasa dapat diubah menjadi sistem siulan yang tetap mampu menyampaikan pesan secara utuh. Tradisi ini menjadi contoh kreativitas manusia dalam menciptakan cara berkomunikasi yang sesuai dengan kondisi alam di sekitarnya.
Di tengah era telepon pintar dan internet, keberadaan Silbo Gomero mengingatkan bahwa komunikasi tidak selalu bergantung pada teknologi. Terkadang, sebuah siulan yang melintasi lembah mampu membawa pesan sekaligus menjaga warisan budaya yang telah bertahan selama berabad-abad.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....