Teknologi yang Mendekatkan Manusia, Sekaligus Memecah Mereka

  • 21 Jul 2026 07:22 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Media sosial telah mengubah cara manusia berkomunikasi dalam dua dekade terakhir. Jarak dan waktu bukan lagi penghalang untuk bertukar informasi, berbagi pengalaman, hingga membangun komunitas lintas negara. Di sisi lain, teknologi yang sama juga menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran misinformasi, polarisasi, dan konflik di ruang digital.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Nature Human Behaviour, algoritma media sosial dirancang untuk menampilkan konten yang paling mungkin menarik perhatian pengguna berdasarkan perilaku mereka. Sistem ini memang meningkatkan keterlibatan pengguna, tetapi juga dapat memperkuat paparan terhadap informasi yang sejalan dengan pandangan pribadi, sehingga berpotensi membentuk ruang gema (echo chamber) dan memperdalam perbedaan pendapat.

Kemudahan berbagi informasi membuat media sosial berperan besar dalam berbagai peristiwa penting, mulai dari penyebaran informasi bencana hingga penggalangan bantuan kemanusiaan. Namun, kecepatan yang sama juga memungkinkan hoaks, ujaran kebencian, dan konten manipulatif menyebar dalam hitungan menit kepada jutaan orang. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat untuk semakin kritis dalam menyaring informasi.

Seiring berkembangnya kecerdasan buatan, media sosial juga menghadapi persoalan baru, seperti konten hasil deepfake dan manipulasi visual yang semakin sulit dibedakan dari kenyataan. Karena itu, para peneliti menilai literasi digital menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki masyarakat agar mampu mengenali informasi yang kredibel dan bertanggung jawab saat berinteraksi di ruang digital.

Media sosial membuktikan bahwa teknologi tidak hanya menghubungkan manusia, tetapi juga memengaruhi cara berpikir dan berinteraksi. Oleh karena itu, pemanfaatannya perlu diimbangi dengan etika, literasi digital, dan tanggung jawab bersama agar teknologi tetap menjadi sarana yang memperkuat hubungan antarmanusia, bukan justru memperlebar perbedaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....