Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna, Pererat Kekeluargaan Kawunaha

  • 03 Jul 2026 11:35 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal menggelar Silaturahmi Akbar yang dihadiri masyarakat Muna di 17 Daerah Kabupaten dan Kota serta yang berada di seluruh Nusantara dan akan langsungkan di Kota Kendari pada 19 Juli 2026.

Silaturrahmi yang mempersatukan dalam semangat gotong royong, kebersamaan, kekeluargaan dan persaudaraan dalam falsafah Kawunaha sebagai wujud tradisi masyarakat muna dalam pelestarian adat istiadat Wuna.

Tim Formatur KKMM Sulawesi Tenggara, LM. Rajab Jinik mengungkapkan, silaturrahmi ini murni bertujuan mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara.

Adanya anggapan sebagian orang menyebut Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna memiliki muatan politik, dimata wakil rakyat di lembaga legislatif Kota Kendari itu mengaku kegiatan itu menjadi ruang berkumpulnya seluruh masyarakat Muna dari berbagai generasi dan latar belakang yang tersebar di 17 Kabupaten/Kota di Bumi Anoa.

"Silaturahmi akbar ini mempertemukan orang-orang tua, generasi muda, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Muna di Sultra. Tujuannya hanya satu, memperkuat kekeluargaan, kekerabatan, dan identitas kita sebagai masyarakat Muna," ungkapnya, Kamis 2 Juli 2026 malam.

Dikesempatan itu Rajab Jinik menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan gagasan bersama para tokoh Muna, termasuk ketua-ketua kerukunan masyarakat Muna di berbagai daerah. Ketua Umum KKMM Sultra, La Ode Darwin, disebut hanya menjadi bagian dari inisiator bersama tokoh-tokoh lainnya.

Adapun tema yang diusung, yakni "Kekeluargaan dan Kekerabatan", menjadi bukti bahwa kegiatan itu tidak dirancang untuk kepentingan politik maupun kelompok tertentu.

"Tidak ada agenda politik di balik silaturahmi ini. Yang kami bangun adalah persaudaraan. Kalau ada yang menggiring kegiatan ini ke arah politik, itu bukan sikap KKMM," kata Rajab.

Narasi yang mengaitkan Silaturahmi Akbar dengan kepentingan politik tambahnya merupakan opini yang sengaja dibangun oleh pihak-pihak tertentu.

"Kalau ada yang menyebut kegiatan ini sebagai agenda politik, itu adalah persepsi pribadi, bahkan opini liar yang sengaja dibangun oleh orang-orang yang memiliki kepentingan lain," tegasnya.

Selanjutnya, Rajab yang juga Ketua KONI Kota Kendari ini menanggapi kritik dari sebagian generasi muda Muna yang mempertanyakan pelaksanaan kegiatan tersebut. Dirinya menegaskan, setiap orang berhak memiliki pandangan berbeda, namun dia meminta agar perbedaan itu tidak dijadikan alat untuk membangun opini yang menyesatkan.

"Kami menghormati siapa pun yang tidak sepakat. Itu hak setiap orang. Tetapi jangan menggiring opini seolah-olah kegiatan ini untuk kepentingan partai politik atau kepentingan pribadi. Itu keliru," jelasnya.

Rajab menambahkan, sejak awal KKMM dibentuk sebagai organisasi pemersatu masyarakat Muna tanpa melihat latar belakang politik, jabatan, organisasi, maupun profesi anggotanya.

Tujuan utama organisasi itu adalah memperkuat persaudaraan masyarakat Muna sebagai salah satu suku besar di Sultra.

Kemudian, ia menepis anggapan bahwa status La Ode Darwin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sultra menjadikan Silaturahmi Akbar sebagai agenda politik.

"La Ode Darwin terpilih sebagai Ketua Umum KKMM melalui musyawarah. Jabatan beliau di partai tidak ada kaitannya dengan kegiatan ini. Menganggap silaturahmi akbar ini sebagai agenda politik hanya karena beliau Ketua DPD Golkar Sultra adalah penilaian yang keliru," ujarnya.

Dengan demikian, Rajab Jinik menegaskan bahwa Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna diselenggarakan semata-mata untuk memperkuat persatuan dan identitas masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara.

"Sekali lagi kami tegaskan, kegiatan ini murni silaturahmi. Tidak ada agenda politik. Yang ingin kami bangun adalah kekeluargaan, kekerabatan, dan persatuan masyarakat Muna di Sultra," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....