Kota Bawah Tanah yang Menjadi Solusi Hidup di tengah Gurun Australia

  • 05 Jun 2026 07:45 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Di pedalaman Australia Selatan terdapat sebuah kota unik bernama Coober Pedy yang dikenal karena sebagian besar penduduknya tinggal di rumah-rumah bawah tanah. Kota ini dibangun dengan memanfaatkan bekas galian batuan untuk menciptakan hunian yang nyaman di tengah kondisi gurun yang ekstrem. Saat musim panas, suhu di wilayah tersebut dapat melampaui 45 derajat Celsius, sehingga kehidupan di bawah tanah menjadi pilihan yang lebih efektif dan hemat energi.

Rumah-rumah bawah tanah atau dugout di Coober Pedy menawarkan suhu yang relatif stabil sepanjang tahun tanpa memerlukan penggunaan pendingin udara secara berlebihan. Kondisi ini membuat masyarakat setempat dapat beraktivitas dengan nyaman meskipun lingkungan di atas permukaan tanah mengalami cuaca yang sangat panas dan kering. Keunikan tersebut menjadikan Coober Pedy sebagai contoh adaptasi manusia terhadap lingkungan yang ekstrem.

Selain hunian, berbagai fasilitas umum seperti gereja, hotel, restoran, toko, hingga museum juga dibangun di bawah permukaan tanah. Kota ini juga terkenal sebagai salah satu pusat pertambangan opal terbesar di dunia yang telah menarik pekerja dan pendatang dari berbagai negara. Aktivitas pertambangan yang berkembang selama puluhan tahun turut membentuk identitas dan budaya khas yang membedakan Coober Pedy dari kota-kota lainnya.

Keunikan kota ini juga menjadi perhatian akademisi. Dalam jurnal Sustainable Underground Housing in Arid Regions: Thermal Performance and Human Adaptation in Coober Pedy, dijelaskan bahwa hunian bawah tanah mampu memberikan efisiensi energi yang tinggi sekaligus menciptakan kenyamanan termal bagi penghuninya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konsep pembangunan bawah tanah dapat menjadi salah satu solusi menghadapi tantangan iklim panas dan kebutuhan energi di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....