Prajurit yang Menolak Mengakhiri Perang

  • 02 Jun 2026 08:24 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Di sebuah pulau terpencil di Filipina, seorang perwira militer Jepang bernama Hiroo Onoda menjalani kehidupan yang nyaris tak terbayangkan. Setelah Perang Dunia II berakhir, Onoda tetap bertahan di hutan karena meyakini bahwa perang belum usai. Selama bertahun-tahun ia menolak berbagai selebaran, siaran radio, dan pesan yang mengabarkan berakhirnya konflik, karena menganggap semuanya sebagai propaganda musuh untuk memaksanya menyerah.

Kehidupan Onoda dipenuhi perjuangan bertahan hidup di tengah hutan tropis yang lebat. Onoda mengandalkan kemampuan militer yang dimilikinya untuk mencari makanan, membangun tempat berlindung, dan menghindari kontak dengan dunia luar. Meski rekan-rekannya satu per satu meninggalkan hutan atau gugur, Onoda tetap berpegang pada perintah terakhir yang diterimanya sebelum perang berakhir, yaitu tidak menyerah dalam keadaan apa pun.

Fenomena psikologis yang dialami Onoda menarik perhatian para peneliti. Dalam jurnal Military Psychology, dijelaskan bahwa loyalitas ekstrem terhadap tugas dan identitas kelompok dapat membuat seseorang tetap mempertahankan keyakinan meskipun berhadapan dengan bukti yang bertentangan.

Kisah Hiroo Onoda akhirnya berakhir ketika mantan komandannya datang langsung ke Filipina dan secara resmi memerintahkannya untuk menghentikan tugas. Setelah puluhan tahun hidup terpisah dari dunia modern, ia akhirnya keluar dari hutan dan kembali ke Jepang. Hingga kini, cerita tersebut tetap dikenang sebagai salah satu kisah paling luar biasa tentang kesetiaan, ketahanan hidup, dan dampak psikologis dari perang yang berkepanjangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....