Kamomose, Tradisi Unik Mencari Jodoh dari Buton tengah
- 22 Mei 2026 07:13 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Buton Tengah memiliki beragam tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu tradisi yang masih dikenal hingga kini adalah Kamomose, sebuah tradisi adat yang menjadi ajang pertemuan muda-mudi untuk mencari pasangan hidup.
Tradisi Kamomose berkembang di wilayah Kecamatan Lakudo dan biasanya digelar setelah perayaan Idulfitri sebagai bagian dari rangkaian kegiatan adat masyarakat setempat. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang mencerminkan nilai sosial dan budaya masyarakat Buton Tengah.
Secara etimologis, Kamomose berasal dari kata “komomo” yang berarti bunga mulai mekar, serta “poose ose” yang berarti berjajar. Makna tersebut menggambarkan para perempuan yang telah memasuki usia dewasa duduk atau berdiri berjajar untuk diperkenalkan kepada para pemuda desa.
Dalam pelaksanaannya, para perempuan mengenakan pakaian adat sambil membawa wadah yang biasanya berisi lilin. Sementara itu, para pemuda berjalan mengelilingi barisan tersebut dan melemparkan kacang ke dalam wadah sebagai simbol ketertarikan. Jika seorang pemuda tertarik kepada salah satu perempuan, proses selanjutnya akan dilanjutkan melalui komunikasi antarkeluarga sesuai adat yang berlaku.
Selain menjadi sarana mencari jodoh, Kamomose juga memiliki fungsi sosial yang penting. Tradisi ini menjadi ruang interaksi masyarakat untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan adat.
Dikutip dari penelitian budaya lokal dalam Jurnal Walasuji (2021), tradisi Kamomose tidak hanya dipandang sebagai ritual pertemuan muda-mudi, tetapi juga menjadi media pendidikan adat yang memperkenalkan etika, norma sosial, dan nilai budaya kepada generasi muda.
Dalam kajian antropologi, Kamomose juga berkaitan dengan proses pembinaan perempuan sebelum memasuki fase kehidupan dewasa. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi tersebut memiliki nilai edukatif dan spiritual dalam kehidupan masyarakat.
Seiring perkembangan zaman, pelaksanaan Kamomose mengalami beberapa penyesuaian. Meski demikian, nilai budaya dan makna sosial yang terkandung di dalamnya tetap dipertahankan oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Dengan terus dilestarikan, Kamomose tidak hanya menjadi simbol pencarian jodoh, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Buton Tengah dalam membangun hubungan sosial yang harmonis dan berlandaskan adat istiadat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....