Fenomena Jouhatsu di Jepang, saat Ribuan Orang Memilih Menghilang

  • 11 Mei 2026 19:44 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Di Jepang, terdapat fenomena sosial unik yang dikenal dengan istilah Jouhatsu atau “manusia yang menguap.” Istilah ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang sengaja menghilang dari kehidupan lama mereka tanpa jejak. Mereka meninggalkan pekerjaan, keluarga, hingga identitas sosial demi memulai hidup baru di tempat lain secara diam-diam. Fenomena ini menjadi perhatian karena jumlah kasusnya disebut terus muncul setiap tahun di berbagai kota besar Jepang.

Banyak faktor yang mendorong seseorang memilih menjadi Jouhatsu. Tekanan pekerjaan yang tinggi, utang, konflik keluarga, kegagalan bisnis, hingga rasa malu sosial disebut menjadi alasan utama. Sebagian dari mereka pindah ke kota lain dan bekerja di sektor informal agar sulit dilacak. Bahkan muncul jasa khusus yang dikenal sebagai “night movers,” yaitu layanan yang membantu seseorang pindah secara rahasia dalam semalam tanpa menarik perhatian lingkungan sekitar.

Fenomena ini turut dibahas dalam jurnal Asian Anthropology dan Japanese Studies yang menyoroti hubungan antara tekanan budaya, rasa malu sosial, dan kesehatan mental di Jepang modern. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa budaya perfeksionisme dan tuntutan sosial yang kuat membuat sebagian orang merasa lebih mudah “menghilang” dibanding menghadapi tekanan hidup secara terbuka. Jouhatsu juga dianggap sebagai gambaran sisi gelap kehidupan urban modern yang jarang terlihat publik.

Jouhatsu merupakan realitas sosial yang benar-benar ada dan terus memicu diskusi di Jepang maupun dunia internasional. Banyak pengamat menilai fenomena ini menunjukkan pentingnya dukungan mental dan sosial bagi masyarakat modern. Kisah para Jouhatsu menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan teknologi dan kehidupan kota besar, masih ada individu yang memilih lenyap demi mencari ketenangan hidup baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....