Suku Pirahã di Amazon Disebut Hidup tanpa Angka dan Konsep Waktu Modern

  • 11 Mei 2026 19:37 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Di pedalaman hutan Amazon Brasil, terdapat komunitas kecil bernama suku Pirahã yang menarik perhatian dunia karena cara hidup dan bahasa mereka yang sangat berbeda dari masyarakat modern. Suku ini dikenal hidup sederhana dengan berburu, menangkap ikan, dan berpindah mengikuti kondisi alam. Yang membuat mereka unik, bahasa Pirahã disebut tidak memiliki sistem angka lengkap seperti satu, dua, atau tiga sebagaimana digunakan kebanyakan manusia di dunia.

Penelitian linguistik yang dimuat dalam jurnal Current Anthropology dan Cognition menyebutkan bahwa masyarakat Pirahã lebih mengenal konsep “sedikit” dan “banyak” dibanding hitungan pasti. Selain itu, mereka juga disebut tidak memiliki bentuk tata bahasa yang menggambarkan masa lalu jauh atau masa depan panjang. Kehidupan mereka lebih berfokus pada pengalaman yang terjadi saat ini dan apa yang langsung mereka lihat sendiri.

Para peneliti juga menemukan bahwa pola komunikasi suku Pirahã sangat bergantung pada pengalaman nyata dibanding cerita turun-temurun atau konsep abstrak. Hal ini membuat bahasa mereka dianggap berbeda dari banyak teori linguistik modern. Dalam jurnal Language dan Anthropological Linguistics, budaya Pirahã dijelaskan sebagai contoh bagaimana lingkungan dan tradisi dapat membentuk cara berpikir manusia secara unik.

Suku Pirahã mampu bertahan di lingkungan hutan Amazon selama bertahun-tahun dengan pengetahuan alam yang kuat. Mereka dianggap menunjukkan bahwa cara hidup manusia tidak selalu harus mengikuti pola masyarakat modern. Kisah suku ini terus menjadi perhatian dunia karena membuka sudut pandang baru tentang bahasa, budaya, dan cara manusia memahami kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....