Budaya Ngopi Jadi Ruang Cerita Anak Muda

  • 03 Apr 2026 14:59 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Budaya ngopi di kalangan anak muda kini tak lagi sekadar soal menikmati secangkir kopi, tetapi telah berkembang menjadi ruang berbagi cerita dan ekspresi diri. Di berbagai kota, kafe dan kedai kopi menjadi tempat berkumpul yang menghadirkan suasana santai sekaligus inspiratif. Fenomena ini menunjukkan bahwa kopi telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus media sosial yang lebih personal.

Kehadiran tempat ngopi yang nyaman dengan konsep estetik turut mendorong anak muda untuk menghabiskan waktu lebih lama di sana. Aktivitas seperti berdiskusi, mengerjakan tugas, hingga berbagi pengalaman hidup sering terjadi di meja-meja kopi. Tidak jarang, dari obrolan ringan tersebut muncul ide-ide kreatif yang berkembang menjadi karya nyata.

Menurut Dr. Rina Pratiwi, M.Psi, seorang psikolog dari Universitas Indonesia, budaya ngopi memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental jika dimanfaatkan dengan baik. “Ruang seperti kafe memberi kesempatan bagi anak muda untuk mengekspresikan diri dan merasa didengar. Interaksi sosial yang hangat dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati,” ujarnya.

Sementara itu, Ardiansyah Putra, barista sekaligus pemilik kedai kopi lokal di Kendari, melihat bahwa kedai kopi kini menjadi ruang cerita yang hidup. “Banyak pelanggan datang bukan hanya untuk minum kopi, tapi juga untuk berbagi cerita, curhat, bahkan membangun relasi baru. Di sinilah kopi jadi penghubung antarindividu,” ungkapnya.

Fenomena ini juga didukung oleh tren media sosial yang memperkuat eksistensi budaya ngopi sebagai bagian dari identitas anak muda. Foto-foto estetik, suasana hangat, serta momen kebersamaan yang dibagikan secara daring semakin memperluas makna ngopi sebagai aktivitas sosial yang relevan di era modern.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....