Ekuinoks hingga Harvest Moon Hiasi Langit September
- 17 Sep 2026 18:34 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Sejumlah fenomena astronomi masih akan menghiasi langit hingga akhir September 2026, mulai dari ekuinoks, bulan purnama yang dikenal sebagai Harvest Moon, hingga pertemuan Bulan dengan Planet Saturnus. Merujuk kalender astronomi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) sebagaimana dirangkum Tirto.id, rangkaian peristiwa langit ini sebagian besar dapat diamati tanpa alat bantu khusus.
Fenomena terdekat adalah ekuinoks September yang berlangsung pada 23 September 2026. NASA mencatat peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 00.05 UTC atau sekitar pukul 07.05 WIB. Ekuinoks terjadi ketika pusat Matahari melintasi bidang ekuator Bumi, yang secara astronomis menandai pergantian musim. Di belahan Bumi utara peristiwa ini menandai awal musim gugur, sementara di belahan Bumi selatan menandai awal musim semi. Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa tidak mengalami pergantian musim seperti wilayah empat musim.
Tiga hari berselang, tepatnya pada 26 September 2026, Bulan Purnama mencapai iluminasi maksimum pada pukul 16.49 UTC atau sekitar pukul 23.49 WIB. Purnama September ini dijuluki Harvest Moon karena merupakan bulan purnama yang posisinya paling dekat dengan ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara. Berbeda dari fenomena yang hanya berlangsung beberapa menit, Bulan Purnama dapat diamati sepanjang malam dengan mata telanjang tanpa alat bantu.
Rangkaian fenomena berlanjut pada 27 September 2026, ketika Bulan tampak berdekatan dengan Planet Saturnus. Fenomena ini menarik karena Saturnus termasuk planet yang dapat diamati dengan mata telanjang, meski hanya terlihat sebagai titik cahaya tanpa cincinnya. Berdasarkan catatan situs astronomi Timeanddate, Saturnus juga semakin terang sepanjang September seiring mendekati posisi oposisi yang akan berlangsung pada 4 Oktober 2026.
Selain fenomena bertanggal tertentu, September juga menjadi waktu yang baik untuk mengenali rasi bintang Cassiopeia, yang dikenal dengan susunan lima bintangnya membentuk pola menyerupai huruf W atau M. Rasi ini berada di langit bagian utara dan dapat diamati dari Indonesia ketika posisinya cukup tinggi di atas horizon utara.
Bagi masyarakat yang berencana mengamati fenomena langit tersebut, pengamatan paling optimal dilakukan dari lokasi dengan polusi cahaya minim, pandangan terbuka ke arah objek, serta kondisi cuaca yang cerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....