Mutiara Pagi: Iman Harus Bertransformasi Jadi Kesalehan Sosial

  • 17 Sep 2026 07:58 WIB
  •  Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Keimanan seorang mukmin idealnya tidak hanya berdampak pada hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, melainkan juga harus membawa maslahat bagi sesama manusia. Konsep kesalehan sosial ini menjadi inti pembahasan dalam dialog interaktif Mutiara Pagi PRO 1 RRI Kendari, Kamis, 17 September 2026.
Menjawab pertanyaan interaktif dari salah satu pendengar setia RRI mengenai beratnya ujian ekonomi, narasumber Arsam, S.Pd.I., M.Ag. menegaskan bahwa ujian hidup merupakan momentum pembuktian kualitas iman. Ketika seseorang mampu bertahan dan tetap berprasangka baik kepada Allah, di situlah dimensi imannya sedang naik kelas.
"Iman itu bersifat dinamis, bisa pasang dan surut. Di kala situasi ekonomi atau kehidupan sedang sulit, kepedulian sosial kita justru sedang diuji. Orang yang beriman akan saling menguatkan, bukan malah menarik diri dari lingkungan," ungkap Dekan FAI UM Kendari tersebut.
Arsam juga menambahkan bahwa indikator suksesnya ibadah ritual seseorang dapat dilihat dari kepekaan sosialnya. Jika ibadah rutin yang dijalankan belum mampu mengetuk hati untuk membantu tetangga atau warga sekitar yang kesusahan, maka ada dimensi iman yang perlu dievaluasi.
Pada akhirnya, dimensi iman yang utuh adalah yang mampu mengintegrasikan kesalehan ritual dan kesalehan sosial secara seimbang. Ujian hidup, baik berupa kesulitan ekonomi maupun problematika sosial, harus dipandang sebagai sarana untuk memperluas kebermanfaatan diri demi menciptakan tatanan masyarakat yang lebih peduli dan berakhlak mulia.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....