Taubat Bukan Sekadar Istighfar, tetapi Harus Diikuti Perubahan
- 16 Sep 2026 08:02 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Taubat dalam kehidupan seorang Muslim tidak berhenti pada pengucapan istighfar. Kesadaran atas kesalahan perlu diikuti dengan upaya memperbaiki diri dan meninggalkan perbuatan yang menjadi sumber kesalahan tersebut.
Hal itu disampaikan dalam program acara Mutiara Pagi RRI Pro 1 Kendari, Kamis, 16 September 2026, saat membahas tema “Taubat: Jalan Kembali Kepada Allah” bersama H. Ahmad Abdillah Mattinetta, S.S., M.Pd., Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari.
Pembahasan mengenai taubat menekankan pentingnya menjadikan penyesalan sebagai awal perubahan. Seseorang yang menyadari kesalahannya perlu mengevaluasi perilaku dan berusaha agar kesalahan yang sama tidak terus berulang.
Tantangan dapat muncul ketika seseorang kembali melakukan kesalahan setelah sebelumnya berusaha memperbaiki diri. Kondisi tersebut membutuhkan evaluasi dan kemauan untuk kembali memperbaiki diri, bukan menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti berusaha.
Dalam QS. At-Tahrim ayat 8, umat Islam diperintahkan untuk melakukan taubat yang sungguh-sungguh. Ayat tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam pembahasan mengenai kesungguhan seseorang dalam memperbaiki hubungan dirinya dengan Allah SWT.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....