TPID Kendari Perkuat Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga

  • 07 Sep 2026 20:35 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari –Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Senin (7/9/2026).

Rakor tersebut menjadi agenda rutin pemerintah untuk memantau perkembangan inflasi sekaligus memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga barang dan jasa. Dalam arahannya, Mendagri menyebut inflasi year-on-year tercatat 2,19 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar 2,08 persen. Sementara inflasi month-to-month pada Agustus 2026 tercatat 0,21 persen.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang utama pergerakan inflasi. Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian antara lain daging ayam ras, cabai rawit, dan beras. Kenaikan harga juga dipengaruhi kelompok pendidikan seiring dimulainya aktivitas sekolah serta perawatan pribadi dan jasa lainnya, khususnya komoditas perhiasan emas. Sebaliknya, kelompok transportasi mengalami deflasi.

Mendagri meminta pemerintah daerah mencermati perkembangan harga di wilayah masing-masing dengan menggunakan data Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar menentukan langkah intervensi. Khusus beras, perkembangan harga di tingkat kabupaten dan kota diharapkan menjadi dasar koordinasi pemerintah bersama Badan Pangan Nasional dan Bulog, termasuk untuk penyaluran beras SPHP di wilayah yang membutuhkan.

“Yang harus dijaga adalah stabilitas harga pangan, barang dan jasa. Pangan menjadi yang paling utama karena menyangkut masyarakat luas dan daya beli masyarakat,” tegas Tito.

Selain menjaga inflasi, pemerintah daerah juga diminta memperhatikan pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi. Realisasi pendapatan dan belanja daerah perlu dipantau agar anggaran memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Dukungan terhadap pengusaha, produsen, dan pelaku UMKM juga dinilai penting untuk meningkatkan daya saing serta mendorong produk daerah berorientasi ekspor. Pemerintah Kota Kendari melalui TPID menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dan pemantauan harga serta ketersediaan komoditas pangan.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengantisipasi potensi gejolak harga, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Kendari yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....