AI Diproyeksi Sumbang Rp 6.474 Triliun

  • 06 Sep 2026 22:08 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) diproyeksikan mampu memberikan kontribusi hingga USD 366 miliar atau sekitar Rp6.474 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2030.

Executive Director Southeast Asia Public Policy Institute (SEAPPI), Ed Rattcliffe, mengatakan potensi tersebut sangat bergantung pada kemampuan Indonesia meningkatkan pemanfaatan AI dari sekadar tugas sederhana menjadi teknologi yang mendukung pekerjaan dengan proses berpikir lebih kompleks.

“AI dapat memberikan kontribusi USD 366 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2030, tetapi ini akan bergantung pada penggunaan AI yang lebih kompleks dan maju,” ujar Ed dalam peluncuran laporan Closing the AI Capability Gap in Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Laporan tersebut menunjukkan penggunaan AI di Indonesia telah cukup luas. Lebih dari 90 persen pekerja yang mengandalkan pengetahuan dan informasi disebut telah menggunakan AI generatif. Selain itu, lebih dari 80 persen masyarakat Indonesia menilai manfaat AI lebih besar dibandingkan dampak negatifnya. Namun, pemanfaatannya belum sepenuhnya merata karena hanya sekitar lima persen pengguna yang memanfaatkan AI secara intensif untuk pekerjaan dengan tingkat penalaran lebih kompleks.

Indonesia juga tercatat masuk 15 besar dunia dalam penggunaan AI untuk tugas yang membutuhkan proses berpikir mendalam. Negara ini bahkan berada di lima besar dunia dalam penggunaan Codex dan analisis data. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kelompok pengguna yang telah mampu memanfaatkan AI secara lebih maju, meski sebagian besar penggunaan masih berfokus pada pekerjaan umum dan relatif sederhana.

Pemanfaatan AI di Dunia Usaha

Di sektor bisnis, lebih dari seperempat perusahaan di Indonesia telah menggunakan AI. Namun, hanya 11 persen yang memanfaatkannya pada tingkat menengah dan sekitar 10 persen yang telah menggunakan AI untuk mengubah cara kerja perusahaan. Padahal, perusahaan yang telah mengadopsi AI mulai merasakan manfaat ekonomi, dengan 59 persen bisnis melaporkan peningkatan pendapatan rata-rata 16 persen dan 64 persen mengaku memperoleh penghematan biaya rata-rata 29%.

Laporan Closing the AI Capability Gap in Indonesia mengidentifikasi empat tantangan utama yang perlu diperkuat, yakni fondasi digital, keterampilan dan talenta, kapasitas inovasi, serta kejelasan regulasi.

Head of Policy for ASEAN at OpenAI, Sandy Kunvatanagarn, mengatakan Indonesia telah memiliki kelompok pengguna yang mampu memanfaatkan AI pada tingkat lanjut. Tantangan selanjutnya adalah memperluas kemampuan tersebut kepada lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha.

Dengan demikian, optimalisasi potensi kontribusi AI terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya ditentukan oleh jumlah pengguna. Peningkatan keterampilan serta pemanfaatan AI untuk pekerjaan yang lebih kompleks dinilai menjadi kunci agar teknologi tersebut dapat mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi secara lebih luas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....