Langit Cerah, Malam Justru Terasa Dingin
- 28 Agt 2026 07:27 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Beberapa waktu terakhir, cuaca siang terasa cukup terik, sementara malam hingga menjelang pagi justru terasa lebih dingin.
Kondisi ini mungkin terasa membingungkan karena langit yang cerah biasanya identik dengan cuaca panas, tetapi justru menjadi salah satu alasan mengapa suhu malam dapat turun lebih cepat.
Bagi sebagian orang, perubahan suhu yang cukup terasa ini membuat jaket atau selimut kembali dicari setelah seharian menghadapi panas.
Saat siang, permukaan Bumi menerima energi dari Matahari dan mengalami pemanasan. Ketika malam tiba, permukaan Bumi mulai melepaskan kembali panas tersebut ke atmosfer. Proses pendinginan berlangsung lebih cepat ketika langit bersih dari banyak awan, terutama pada musim kemarau.
Itulah sebabnya udara menjelang pagi terkadang terasa jauh lebih dingin dibandingkan beberapa jam sebelumnya.
Awan dan uap air sebenarnya dapat membantu menahan sebagian panas yang dilepaskan permukaan Bumi. Ketika tutupan awan sedikit dan udara lebih kering, panas tersebut lebih mudah lolos ke atmosfer sehingga udara di dekat permukaan terasa lebih dingin, terutama menjelang dini hari.
Fenomena ini umum terjadi pada musim kemarau dan dikenal masyarakat di sejumlah daerah sebagai bediding.
Menurut BMKG, kondisi tersebut berkaitan dengan langit cerah, rendahnya kelembapan, serta massa udara kering yang membuat pendinginan pada malam hari berlangsung lebih kuat.
Jadi, langit malam yang bersih sebenarnya bukan selalu pertanda malam akan terasa hangat. Ada kalanya justru semakin banyak bintang yang terlihat, semakin mudah panas meninggalkan permukaan Bumi dan membuat malam terasa lebih dingin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....