Hadiri Pengukuhan IKA, Gubernur Ungkap Prioritas Pembangunan Sultra
- 25 Agt 2026 13:30 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyampaikan arah dan prioritas pembangunan daerah saat menghadiri Pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMAN 1 Kendari Periode 2025–2029 di Aula SMA Negeri 1 Kendari, Senin (24/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sultra mengukuhkan pengurus IKA SMAN 1 Kendari yang diketuai Andi Ady Aksar. Prosesi pengukuhan diawali pembacaan Surat Keputusan pengurus, pembacaan naskah pengukuhan, pelantikan, serta penyerahan bendera pataka kepada Ketua IKA SMAN 1 Kendari.
Dalam sambutannya, Andi Sumangerukka mengatakan kondisi fiskal daerah menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan program pembangunan. Saat dirinya bersama Wakil Gubernur Sultra Hugua dilantik pada Februari 2025, APBD telah ditetapkan sehingga penyesuaian program baru dapat dilakukan pada APBD 2026. Namun, penyesuaian tersebut berlangsung bersamaan dengan kebijakan efisiensi anggaran. Kondisi ini membuat pemerintah harus memprioritaskan program yang dinilai paling penting dan sesuai kemampuan keuangan daerah.

Dari delapan prioritas yang disampaikan saat masa kampanye, pemerintah kini memfokuskan pembangunan pada empat sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta agromaritim berbasis ketahanan pangan. Di bidang pendidikan, pemerintah akan menetapkan satu SMA unggulan di setiap kabupaten/kota. Berdasarkan hasil kajian, SMA Negeri 4 Kendari ditetapkan sebagai SMA unggulan tingkat provinsi. Meski demikian, Gubernur menegaskan SMA Negeri 1 Kendari tetap menjadi perhatian pemerintah. “SMA 1 juga ini menjadi perhatian kita,” kata Andi Sumangerukka. Sekolah unggulan akan mendapat pembenahan fasilitas, kurikulum dan tenaga pendidik. Penempatan kepala sekolah dan guru juga dilakukan melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kompetensi.
Terkait beasiswa, Gubernur menjelaskan pemerintah daerah mengacu pada RPJMD dan nomenklatur anggaran yang telah ditetapkan. Program beasiswa yang tersedia dalam APBD Sultra merupakan program Sultra Cerdas. “Berdasarkan RPJMD, yang beasiswa yang ada di dalam anggaran itu adalah Sultra Cerdas. Di luar daripada itu tidak ada,” ujarnya. Pemerintah juga menyiapkan pengembangan Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat. Pembangunan Sekolah Rakyat tingkat provinsi dijadwalkan mulai Oktober 2026.
Pada sektor kesehatan, pemerintah menyiapkan ambulans laut untuk membantu masyarakat di wilayah kepulauan yang mengalami kendala transportasi saat membutuhkan pelayanan medis. Gubernur menegaskan layanan ambulans tersebut diberikan secara gratis kepada masyarakat. “Saya sampaikan kepada dinas, pokoknya ini gratis. Jangan sampai saya dengar nanti ada yang bayar,” tegasnya. Selain ambulans laut, pemerintah juga menyediakan ambulans darat secara gratis serta menargetkan cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 95 persen pada 2027.
Pemerintah juga merencanakan pengembangan Rumah Sakit Bahteramas menjadi rumah sakit modern dengan bangunan delapan lantai. Sistem pelayanan akan diarahkan menggunakan konsep satu pintu dan berbasis digital untuk meningkatkan integrasi pelayanan kesehatan.
Di bidang infrastruktur, Pemprov Sultra menargetkan pembangunan dan peningkatan jalan sekitar 40 kilometer setiap tahun. Pembangunan diarahkan ke kabupaten/kota, terutama wilayah yang membutuhkan dukungan konektivitas. Pemerintah juga mendorong pembangunan dan penyelesaian sejumlah pelabuhan untuk memperkuat konektivitas masyarakat pesisir dan kepulauan.
Sementara di sektor perumahan, pembangunan akan diarahkan tidak hanya pada penyediaan rumah, tetapi juga lingkungan dan fasilitas pendukung melalui konsep kawasan permukiman terpadu. Program tersebut turut mendukung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di 61 titik di Sultra, termasuk di KNMP Sorue Jaya, Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, dengan rencana pembangunan 100 unit rumah. Untuk tahun 2026, pemerintah merencanakan pembangunan 603 unit rumah. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 1.500 unit pada tahun berikutnya dan terus bertambah secara bertahap sesuai kemampuan pemerintah.
Menurut Gubernur, pembangunan kawasan pesisir secara terpadu juga berkaitan dengan upaya penanganan stunting dan kekurangan gizi. Pembenahan lingkungan, pelayanan kesehatan dan akses terhadap kebutuhan dasar dinilai menjadi bagian penting dalam mengatasi persoalan tersebut. Andi Sumangerukka mengajak alumni, pengusaha, aparatur pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi mendukung pembangunan Sultra. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus melibatkan semua stakeholder yang ada,” ujarnya.
Gubernur juga mengajak pelaku usaha memenuhi kewajibannya kepada daerah karena penerimaan dari sektor usaha turut menentukan kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat. Menurutnya, penyampaian kondisi fiskal dan program pembangunan tersebut bukan bentuk keluhan, melainkan gambaran mengenai situasi yang dihadapi pemerintah agar seluruh pihak dapat memahami kondisi daerah dan bersama-sama mencari solusi melalui kolaborasi.
Turut hadir Ketua Dewan Pertimbangan IKA SMAN 1 Kendari yang juga mantan Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Asisten III Sekretariat Kota Kendari, Kepala SMA Negeri 1 Ke ygndari, serta pengurus dan alumni IKA SMAN 1 Kendari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....