Belanja karena Butuh atau FOMO? Kenali Kebiasaan Konsumtif di Era Digital

  • 20 Agt 2026 08:26 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Kemudahan berbelanja melalui platform digital membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan berbagai produk hanya melalui telepon pintar. Beragam promo, diskon, gratis ongkir hingga tren yang muncul di media sosial juga dapat mendorong seseorang membeli barang bukan karena kebutuhan, melainkan karena takut ketinggalan tren atau fear of missing out (FOMO).

Kebiasaan tersebut dapat membuat keputusan belanja menjadi lebih impulsif. Ketika melihat produk yang sedang ramai digunakan atau mendapat penawaran dalam waktu terbatas, seseorang terkadang merasa harus segera membeli meskipun barang tersebut belum tentu dibutuhkan.

Salah satu cara untuk mengenali kebiasaan konsumtif adalah dengan membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum melakukan transaksi. Pertanyaan sederhana seperti “Apakah saya memang membutuhkan barang ini?” dan “Apakah saya tetap akan membelinya jika tidak sedang tren?” dapat membantu seseorang berpikir lebih rasional.

Selain itu, membuat daftar belanja dan menentukan anggaran sebelum membuka aplikasi belanja juga dapat menjadi langkah untuk mengendalikan pengeluaran. Memberikan jeda sebelum membeli barang yang tidak mendesak dapat membantu memastikan keputusan tersebut benar-benar didasarkan pada kebutuhan.

Di tengah derasnya tren dan promosi digital, kemampuan mengendalikan diri menjadi penting agar aktivitas belanja tidak mengganggu kondisi keuangan. Belanja bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi perlu dilakukan secara sadar agar kebutuhan tetap terpenuhi tanpa terjebak dalam dorongan untuk selalu mengikuti tren.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....