Negara-Negara yang Terancam Hilang Ditelan Laut

  • 10 Agt 2026 07:43 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Peta dunia yang kita kenal hari ini belum tentu terlihat sama beberapa generasi mendatang. Kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim mengancam sejumlah negara kepulauan rendah, terutama negara-negara yang sebagian besar wilayahnya hanya beberapa meter di atas permukaan laut.

Salah satu yang paling rentan adalah Maladewa, negara kepulauan di Samudra Hindia yang rata-rata ketinggian daratannya hanya sekitar satu meter dari permukaan laut. Kiribati, Tuvalu, dan Kepulauan Marshall di Pasifik juga menghadapi persoalan serupa karena banyak permukiman dan infrastruktur mereka berada di pulau-pulau atol yang sangat rendah.

Ancaman tersebut tidak selalu berarti seluruh negara akan tiba-tiba tenggelam ke dasar laut. Naiknya permukaan laut dapat lebih dahulu menyebabkan banjir semakin sering, abrasi pantai, intrusi air asin ke sumber air tawar, kerusakan lahan, dan akhirnya membuat sejumlah pulau sulit atau bahkan tidak layak dihuni. Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, para peneliti menemukan bahwa kenaikan muka laut dan perubahan iklim dapat mengancam kelayakan hunian negara-negara atol dalam abad ini, meskipun bentuk dan luas pulau tidak selalu langsung menghilang.

Bagi negara seperti Tuvalu, persoalannya menjadi semakin kompleks karena daratan yang terbatas harus menampung permukiman, infrastruktur, serta sumber pangan dan air tawar. IPCC juga mencatat bahwa banyak wilayah negara kepulauan kecil dapat menjadi tidak layak huni jauh sebelum seluruh wilayahnya mengalami genangan permanen, sehingga perubahan iklim berpotensi memicu perpindahan penduduk dan hilangnya sebagian identitas ruang hidup masyarakat.

Meski begitu, masa depan negara-negara tersebut belum sepenuhnya ditentukan. Upaya adaptasi, perlindungan pesisir, pengelolaan ekosistem, hingga pengurangan emisi global masih dapat memengaruhi seberapa besar dampak yang akan terjadi. Yang terancam bukan sekadar garis pantai di sebuah peta, tetapi rumah, budaya, dan kehidupan masyarakat yang selama berabad-abad tumbuh di atas pulau-pulau kecil tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....