Ratusan Boneka Menjadi Penghuni Sebuah Desa
- 19 Jul 2026 13:25 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Pemandangan tak biasa ditemukan di Desa Nagoro yang terletak di sebuah lembah pegunungan di Prefektur Tokushima, Jepang. Alih-alih dipenuhi penduduk, desa ini dihuni ratusan boneka berukuran manusia yang ditempatkan di rumah, halte bus, sekolah, hingga ladang, sehingga menciptakan suasana seolah desa tersebut masih ramai.
Boneka-boneka itu dibuat oleh seorang seniman lokal bernama Tsukimi Ayano. Awalnya, ia membuat boneka yang menyerupai ayahnya, kemudian melanjutkannya untuk mengenang tetangga, teman, dan warga yang telah meninggal dunia atau meninggalkan desa akibat urbanisasi.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Heritage Tourism, Nagoro merupakan simbol depopulasi pedesaan di Jepang. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa boneka-boneka atau kakashi tidak hanya berfungsi sebagai karya seni, tetapi juga menjadi media untuk mempertahankan memori kolektif dan identitas masyarakat yang terus menyusut.
Jumlah boneka di Nagoro kini diperkirakan mencapai lebih dari 300 buah, sementara penduduk yang masih menetap hanya sekitar dua puluh orang. Setiap boneka dibuat dengan karakter dan pakaian yang berbeda, seolah menggambarkan aktivitas warga yang pernah menghidupkan desa tersebut.
Keunikan Nagoro menarik perhatian wisatawan, fotografer, hingga peneliti dari berbagai negara. Di balik pemandangannya yang unik, desa ini menyampaikan pesan tentang tantangan penuaan penduduk dan berkurangnya populasi di wilayah pedesaan Jepang, sekaligus menjadi pengingat bahwa sebuah komunitas dapat terus dikenang melalui cara yang tidak biasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....