Hari laut sedunia Diperingati Setiap 8 Juni
- 08 Jun 2026 11:35 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Setiap tanggal 8 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Laut Sedunia (World Oceans Day) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut. Pada tahun 2026, peringatan ini mengangkat tema global Reimagine : Beyond the World We Know, A New Relationship with Our Ocean yang mengajak masyarakat membangun cara pandang baru terhadap laut.
Tema tersebut menekankan bahwa laut bukan hanya sumber daya yang dimanfaatkan manusia, tetapi juga bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga keberlangsungannya. Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, pencemaran sampah plastik, serta kerusakan habitat laut, upaya pelestarian menjadi semakin mendesak untuk dilakukan secara bersama-sama.
Sejarah Hari Laut Sedunia bermula dari usulan Pemerintah Kanada dalam Konferensi Bumi (Earth Summit) yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, pada tahun 1992. Gagasan tersebut kemudian mendapat pengakuan resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2008 dan mulai diperingati secara global setiap 8 Juni sejak tahun 2009.
PBB menegaskan bahwa laut memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan di bumi. Selain menghasilkan lebih dari separuh kebutuhan oksigen dunia, laut juga berfungsi menyerap karbon dioksida, menjaga kestabilan iklim, serta menjadi sumber pangan dan penghidupan bagi miliaran penduduk di berbagai negara.
Peringatan tahun ini juga sejalan dengan implementasi perjanjian Biodiversity Beyond National Jurisdiction (BBNJ), sebuah kesepakatan internasional yang bertujuan memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati di wilayah laut lepas melalui kerja sama antarnegara.
Di Indonesia, semangat Hari Laut Sedunia diwujudkan melalui berbagai kegiatan pelestarian lingkungan pesisir. Sejumlah aksi seperti pembersihan pantai, penanaman mangrove, rehabilitasi terumbu karang, hingga kampanye pengurangan sampah plastik dilakukan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan ekosistem laut.
Peringatan ini juga menjadi pengingat atas berbagai tantangan yang dihadapi lautan dunia. Berbagai laporan menunjukkan penurunan populasi ikan akibat penangkapan berlebihan, kerusakan terumbu karang yang semakin meluas, serta meningkatnya pencemaran plastik yang mengancam kehidupan biota laut.
Karena itu, berbagai pihak terus menyerukan langkah nyata untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai, menjaga kawasan pesisir, serta mendukung program konservasi laut. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan sumber daya laut tetap lestari bagi generasi mendatang.
Melalui tema “Reimagine”, masyarakat diajak untuk membangun hubungan yang lebih harmonis dengan laut. Perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi penggunaan plastik dan menjaga kebersihan lingkungan, diyakini dapat memberikan kontribusi besar terhadap masa depan laut yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....