Mutiara Pagi: Shabrun Jamiil Ajarkan Kesabaran tanpa Keluhan Takdir

  • 06 Jun 2026 18:08 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kesabaran yang sejati bukan hanya kemampuan menahan diri saat menghadapi ujian, tetapi juga kemampuan menerima ketetapan Allah tanpa disertai keluh kesah, kemarahan, maupun menyalahkan takdir. Pesan ini mengemuka dalam program Mutiara Pagi, Sabtu 6 Juni 2026 yang menghadirkan narasumber Dr. H. Samsuri, S.Ag., M.Pd., dengan tema Shabrun Jamiil atau Sabar yang Indah: Meneladani Kesabaran Siti Hajar dalam Peristiwa Sa’i.

Dalam dialog tersebut, Dr. Samsuri menjelaskan, shabrun jamiil memiliki makna yang lebih mendalam dibandingkan sekadar bersabar. Menurutnya, sabar yang indah adalah kesabaran yang tidak diiringi keluhan kepada manusia maupun protes terhadap ketentuan Allah.

“Shabrun jamiil adalah sabar yang tidak diikuti oleh keluh kesah. Kita tetap bertawakal, tetap berikhtiar, tidak berpangku tangan, dan tidak menyalahkan takdir,” ujarnya.

Penjelasan tersebut disampaikan saat menjawab pertanyaan pendengar, Akbar dari Lepo-Lepo, yang menanyakan makna sabar yang indah dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Dr. Samsuri, kesabaran yang dicontohkan Siti Hajar bukanlah sikap pasif yang hanya menunggu keajaiban datang, melainkan kesabaran yang diwujudkan melalui usaha nyata.

Kisah Siti Hajar yang berlari tujuh kali antara Bukit Shafa dan Marwah untuk mencari air bagi putranya, Nabi Ismail AS, menjadi simbol perjuangan dan pengharapan yang tidak pernah putus. Dalam situasi yang tampak mustahil sekalipun, Siti Hajar tetap berusaha dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.

Melalui kisah tersebut, umat Islam diajak untuk memahami bahwa ujian hidup tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Sebaliknya, setiap kesulitan harus dihadapi dengan kesabaran yang disertai keyakinan bahwa Allah mengetahui waktu terbaik untuk memberikan pertolongan-Nya.

Program ini menegaskan bahwa shabrun jamiil merupakan perpaduan antara kesabaran, ikhtiar, dan tawakal yang menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....