Mahasiswa UHO Raih Silver Medal untuk Inovasi Terumbu Buatan di International You

  • 05 Jun 2026 19:35 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO). Tim Sustainable Team berhasil membawa nama Indonesia dengan meraih Silver Medal pada 5th International Youth Summit yang digelar 29 Mei–1 Juni 2026 di Universiti Putra Malaysia.

Kompetisi internasional yang diselenggarakan Sentosa Foundation bekerja sama dengan Self Access Learning, Student Access Learning, serta Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) Universiti Putra Malaysia tersebut mempertemukan pemuda dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Pakistan, Filipina, Maroko, Turkmenistan, Sudan Selatan, dan Indonesia. Peserta berkompetisi sekaligus bertukar gagasan tentang inovasi dan pembangunan berkelanjutan.

Ketua tim Sustainable Team, Rony Febryan, mahasiswa Ilmu Komunikasi UHO, menyebut anggota tim yang berlaga, Julian Ardi (Pendidikan Matematika, FKIP, angkatan 2023), Naila Cahya Anugerah (Fakultas Hukum, angkatan 2023), Wa Ode Zahra Ar‑Raihana (Fakultas Kedokteran, angkatan 2024), serta Rizaldo (FKIP, angkatan 2024).

“Pada kompetisi tersebut kami mengusung inovasi bertajuk Trapezoidal Artificial Reef, yaitu terumbu karang buatan berbentuk trapesium yang dirancang menggunakan material beton ramah lingkungan dengan memanfaatkan berbagai jenis limbah sebagai bahan penyusunnya,” ujar Rony, Kamis 4 Juni 2026.

Menurut Rony, jenis limbah yang dimanfaatkan meliputi fly ash, cangkang kerang, dan sabut kelapa yang diolah menjadi material konstruksi terumbu buatan yang kuat dan berkelanjutan. Inovasi ini dirancang untuk mendukung restorasi ekosistem pesisir dan laut sekaligus mengurangi limbah melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Tim menjelaskan, ide ini lahir sebagai respons terhadap kerusakan terumbu karang dan tingginya jumlah limbah yang belum termanfaatkan secara optimal. “Melalui ekonomi sirkular, kami berupaya mengubah limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi solusi nyata untuk pemulihan lingkungan pesisir,” kata Rony.

Perjalanan menuju kompetisi tidak mudah. Rony menyebut tantangan terbesar adalah membagi waktu antara perkuliahan dan persiapan lomba yang intensif. Hampir seluruh anggota tim juga baru pertama kali mengikuti kegiatan di luar negeri, sehingga mereka harus cepat beradaptasi dengan lingkungan baru dan menggunakan bahasa Inggris maupun bahasa Malaysia saat presentasi.

Meski menghadapi kendala, kerja sama lintas disiplin ilmu di dalam tim menjadi kekuatan utama dalam menyempurnakan inovasi dan meyakinkan dewan juri internasional. Keberhasilan meraih Silver Medal menjadi bukti kemampuan mahasiswa UHO bersaing di tingkat global melalui karya inovatif yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.

Rony berharap prestasi ini menginspirasi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui ilmu pengetahuan dan kreativitas.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....