Pancasila Jadi Ideologi dan Jati Diri Bangsa, Perekat Ditengah Keberagaman
- 02 Jun 2026 08:18 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Hugua menegaskan Pancasila sebagai ideologi sekaligus jati diri bangsa Indonesia yang akan terus menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Pernyataan itu disampaikan usai ia memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Sultra, Senin 1 Juni 2026.
"Hari ini adalah hari lahirnya Pancasila, artinya lahirnya ideologi negara. Menurut saya, inilah identitas Indonesia yang akan selalu abadi," ujar Hugua.
Hugua mengingatkan, Indonesia, dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan suku bangsa, mampu menyatu di bawah satu payung ideologi yang kuat. Menurutnya, kekuatan ideologi Pancasila merupakan modal besar bagi kemajuan bangsa dan menjadikan Indonesia disegani di kancah internasional.
| Baca juga: Indonesia Rayakan Harsiarnas 2026 |
"Kita percaya Indonesia akan selalu ada dan menjadi negara yang hebat ke depan karena memiliki ideologi yang begitu kuat dan mantap," kata Hugua.
Mengenai tantangan pemahaman Pancasila di kalangan generasi muda, Hugua menyatakan optimisme. Ia berpendapat meski pengajaran Pancasila mungkin tidak lagi masif seperti sebelumnya, nilai-nilai tersebut masih diwariskan melalui pola asuh dan pendidikan keluarga.
"Walaupun ajaran Pancasila mungkin tidak lagi diajarkan secara masif seperti dulu, saya percaya nilai-nilai itu masih diwariskan oleh orang tua. Ideologi ini sesungguhnya adalah budaya yang hidup dalam hati sanubari bangsa Indonesia," tambahnya.
Hugua menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk persatuan dan kesatuan, mengutamakan kepentingan umum, kepentingan bangsa dan negara, serta menjunjung tinggi toleransi.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sultra, Adrian, mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema ini, menurut Adrian, menjadi pengingat agar nilai-nilai Pancasila terus membumi di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara.
"Kami berharap nilai-nilai luhur Pancasila terus hidup di seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum. Sosialisasi harus terus dilakukan, terutama kepada generasi muda karena tantangan ke depan semakin besar," ujar Adrian.
Adrian menyoroti pesatnya perkembangan teknologi informasi sebagai tantangan baru dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu ia menilai penting pembekalan bagi generasi muda agar mampu menyaring informasi dan mengamalkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari semangat gotong royong hingga toleransi antarumat beragama.
"Nilai-nilai tersebut harus terus dijaga karena menjadi faktor utama yang mempersatukan bangsa Indonesia sekaligus menjadi fondasi dalam mewujudkan perdamaian dunia," tutup Adrian.
Acara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman kantor gubernur dihadiri oleh pejabat daerah, unsur institusi pemerintahan, pelajar, dan elemen masyarakat setempat, berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera dan pembacaan teks Pancasila.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....