DPKU Kendari Tindaklanjuti Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg
- 27 Mei 2026 20:06 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (DPKU) Kota Kendari merespons kenaikan harga elpiji subsidi 3 kilogram dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan dan mengimbau masyarakat agar membeli di pangkalan resmi.
Kepala DPKU Kendari, Syarifuddin, mengatakan tim dinas telah mengunjungi beberapa agen, pangkalan, dan kios di sejumlah kecamatan untuk memantau distribusi dan harga. Dari hasil pemantauan, kenaikan harga di tingkat pengecer disebabkan biaya pengantaran, sedangkan harga di pangkalan tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Harga di pangkalan tetap sesuai HET, jadi yang menaikkan harga itu di kios alias pengecer," ujar Syarifuddin, Selasa (26/5/2026).
Imbauan dan mekanisme pelaporan
- DPKU mengimbau warga menghindari pembelian di kios atau pengecer nonresmi yang mematok harga di atas HET.
- Jika menemukan elpiji 3 kg dijual di atas HET di pangkalan, masyarakat diminta segera melapor ke Pertamina atau aparat penegak hukum.
- Pengaduan juga bisa disampaikan melalui Call Center 112 atau WhatsApp Kepala DPKU Kendari di 0811-4030-816.
Koordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait
DPKU telah mengirim surat ke Pertamina untuk memperoleh data lengkap seluruh agen dan pangkalan di Kota Kendari. Syarifuddin menyatakan Pertamina, Hiswana Migas, dan aparat penegak hukum (APH) juga intens memantau distribusi elpiji 3 kg untuk mencegah penyelewengan dan penimbunan.
Kondisi lapangan
Pantauan TribunnewsSultra.com, Selasa (26/5/2026), beberapa pangkalan subsidi di Kecamatan Kambu dan Poasia tampak tutup. Di salah satu pangkalan terpampang tulisan "HABIS" dengan puluhan tabung kosong tersusun rapi. Seorang warga melaporkan sempat membeli elpiji 3 kg sehari sebelumnya dengan harga Rp60.000, meski stok di kios tampak sangat minim.
HET dan tambahan pasokan
Berdasarkan SK Gubernur Sultra Nomor 74 Tahun 2022, HET LPG 3 kg untuk rumah tangga dan UMKM berkisar Rp20.000–Rp25.000 per tabung. Menyusul peningkatan konsumsi di beberapa daerah, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengumumkan akan menambah suplai elpiji subsidi 3 kg di sejumlah wilayah Sultra, termasuk Kendari. Penyaluran fakultatif dijadwalkan pada 27 Mei 2026, dengan alokasi tambahan sekitar 51.000 tabung dan extra dropping sekitar 22.000 tabung untuk provinsi tersebut.
Syarifuddin menegaskan DPKU akan terus memantau perkembangan distribusi dan menindak pelanggaran harga sesuai ketentuan. Masyarakat diimbau tetap melapor bila menemukan praktik penjualan di atas HET agar pasokan elpiji subsidi bisa dinikmati sesuai peruntukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....