Iduladha dan Makna Kurban dalam Al-Qur’an: Jalan menuju Ketakwaan
- 23 Mei 2026 11:55 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Menjelang Hari Raya Iduladha, umat Muslim diingatkan kembali tentang makna hakiki ibadah kurban yang bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi sebagai bentuk ketakwaan dan ketaatan kepada Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an.
Ustaz Nur Fajar dalam penyampaiannya menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Ia mengingatkan bahwa Allah tidak melihat daging maupun darah hewan kurban, melainkan keikhlasan dan ketakwaan dari hamba-Nya.
“Dalam Al-Qur’an surah Al-Hajj ayat 37 dijelaskan bahwa ‘Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya’. Ini menjadi dasar bahwa kurban adalah soal keikhlasan,” ujar Ustaz Nur Fajar.
Ia menambahkan, ibadah kurban juga menjadi momentum untuk meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang dengan penuh ketaatan siap melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Namun, Allah kemudian menggantinya dengan seekor hewan sebagai bentuk ujian keimanan.
Menurutnya, nilai utama dari kurban adalah memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Iduladha mengajarkan kita arti berbagi. Daging kurban bukan hanya untuk yang berkurban, tetapi juga untuk fakir miskin dan masyarakat sekitar,” tambahnya.
Menjelang Iduladha, masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan syarat hewan kurban sesuai syariat Islam, seperti sehat, cukup umur, dan tidak cacat, agar ibadah yang dilakukan sah dan diterima oleh Allah SWT.
Dengan memahami makna dan dalil Al-Qur’an tentang kurban, diharapkan umat Muslim dapat meningkatkan ketakwaan serta menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat iman dan solidaritas sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....