Permainan Tradisional Mulai Jarang Terlihat di Masyarakat Indonesia
- 18 Mei 2026 22:54 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID – Suara tawa anak-anak yang bermain permainan tradisional kini mulai jarang terdengar di lingkungan sekitar. Permainan seperti gobak sodor, petak umpet, congklak, lompat tali, hingga jaga benteng perlahan mulai tergeser oleh perkembangan teknologi dan permainan digital.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, permainan tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sosial dan edukasi.
Dari penelitain yang di kutip dalam jurnal.stokbinaguna.ac.id, juga menyebutkan permainann tradisinaol menjadi aktivitas yang hampir setiap sore dimainkan anak-anak di halaman rumah maupun lapangan terbuka. Permainan tersebut mengajarkan kerja sama, strategi, sportivitas, hingga kemampuan bersosialisasi secara langsung dengan teman sebaya.
Namun kini, banyak anak lebih akrab dengan gawai dan permainan online dibanding permainan tradisional. Kondisi ini membuat sejumlah permainan khas daerah mulai jarang dimainkan bahkan perlahan dilupakan generasi muda.
Meski begitu, sebagian masyarakat masih mencoba menjaga permainan tradisional tetap hidup melalui kegiatan sekolah, komunitas budaya, hingga permainan bersama di ruang terbuka. Tidak sedikit orang tua yang mulai mengenalkan kembali permainan masa kecil mereka kepada anak-anak.
Permainan tradisional dinilai bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari identitas budaya Indonesia yang perlu terus dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....