Dilema “Gap Year”: Kuliah Dulu atau Cari Pengalaman Kerja Dulu?
- 14 Mei 2026 06:16 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Bagi banyak anak muda, lulus sekolah bukan lagi soal langsung kuliah atau langsung bekerja. Kini muncul pilihan lain yang cukup populer, yaitu mengambil gap year. Istilah ini merujuk pada jeda waktu sekitar satu tahun sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selama masa tersebut, sebagian memilih bekerja, magang, mengikuti kursus, hingga fokus mencari pengalaman baru untuk mengenali diri sendiri.
Fenomena gap year semakin banyak dibicarakan, terutama di kalangan generasi Z. Tidak sedikit yang merasa membutuhkan waktu untuk benar-benar menentukan jurusan kuliah yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Ada pula yang memanfaatkan masa jeda untuk membantu kondisi ekonomi keluarga dengan bekerja terlebih dahulu sebelum masuk dunia perkuliahan.
Di sisi lain, keputusan mengambil gap year juga sering memunculkan dilema. Sebagian orang tua masih menganggap bahwa setelah lulus sekolah, jalur terbaik adalah langsung kuliah agar tidak “tertinggal” dari teman sebaya. Kekhawatiran lainnya adalah rasa malas belajar yang mungkin muncul setelah terlalu lama berhenti dari rutinitas akademik. Karena itu, tidak sedikit remaja yang merasa tertekan ketika harus menentukan pilihan dalam waktu singkat.
Namun, beberapa anak muda justru merasa gap year membantu mereka menjadi lebih siap menghadapi dunia kampus. Pengalaman bekerja atau berorganisasi dinilai dapat melatih kedisiplinan, kemampuan komunikasi, dan cara mengatur keuangan. Bahkan, ada yang akhirnya menemukan passion baru setelah mencoba berbagai aktivitas selama masa jeda tersebut.
Meski begitu, keputusan mengambil gap year tetap perlu dipikirkan secara matang. Tanpa tujuan yang jelas, masa jeda bisa saja berlalu tanpa arah dan membuat seseorang kehilangan motivasi. Karena itu, penting untuk memiliki rencana yang terukur, baik untuk bekerja, belajar keterampilan baru, maupun mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.
Pada akhirnya, tidak ada pilihan yang benar-benar mutlak antara kuliah dulu atau mencari pengalaman kerja terlebih dahulu. Setiap orang memiliki kondisi, kesiapan mental, dan tujuan hidup yang berbeda. Yang terpenting adalah memastikan bahwa keputusan yang diambil mampu membawa manfaat dan menjadi langkah terbaik untuk masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....