Fenomena Plasma Raksasa yang Lebih Dahsyat dari Badai Api
- 20 Apr 2026 21:49 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, KENDARI - Fenomena yang dikenal sebagai “hujan korona” di Matahari menjadi salah satu peristiwa paling menakjubkan sekaligus ekstrem di tata surya. Secara visual, fenomena ini tampak seperti gerimis atau tetesan api yang jatuh perlahan. Namun, di balik keindahannya, hujan korona sebenarnya merupakan aliran plasma superpanas berskala raksasa.
Hujan korona terjadi ketika gas panas di atmosfer luar Matahari (korona) mengalami pendinginan secara tiba-tiba. Plasma yang awalnya melayang mengikuti medan magnet Matahari kemudian menjadi lebih berat dan “jatuh” kembali ke permukaan, membentuk lengkungan cahaya yang dramatis.
Menariknya, aliran plasma ini tidak jatuh lurus seperti hujan di Bumi. Sebaliknya, ia mengikuti jalur medan magnet yang melengkung, menciptakan efek visual seperti air yang mengalir di jalur tak kasat mata. Kecepatan fenomena ini bisa mencapai ratusan ribu kilometer per jam, menjadikannya salah satu dinamika paling ekstrem di Matahari.
Menurut penelitian dalam jurnal The Astrophysical Journal, hujan korona memainkan peran penting dalam memahami siklus energi Matahari, terutama dalam proses pemanasan korona yang hingga kini masih menjadi misteri dalam ilmu astrofisika.
Para ilmuwan memanfaatkan fenomena ini untuk mempelajari interaksi antara plasma dan medan magnet, yang juga berdampak pada aktivitas matahari seperti flare dan badai matahari. Dampak dari aktivitas ini bahkan bisa memengaruhi sistem komunikasi dan satelit di Bumi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....