Penghormatan Terakhir yang Menghentikan Inggris Sejenak

  • 20 Apr 2026 21:25 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, KENDARI - Pemakaman Winston Churchill pada tahun 1965 menjadi salah satu upacara kenegaraan paling bersejarah di Inggris. Sebagai tokoh yang memimpin Inggris selama Perang Dunia II, Churchill mendapatkan penghormatan terakhir yang luar biasa dari negara dan rakyatnya.

Prosesi pemakaman berlangsung dengan penuh khidmat dan disaksikan oleh jutaan orang, baik secara langsung maupun melalui siaran televisi. Salah satu momen paling ikonik terjadi ketika peti jenazahnya diarak menyusuri Sungai Thames. Kapal-kapal di sepanjang sungai menundukkan alat derek mereka sebagai bentuk penghormatan terakhir—sebuah gestur yang jarang terjadi dan sarat makna simbolis.

Upacara ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada seorang pemimpin besar, tetapi juga mencerminkan rasa duka mendalam dari seluruh bangsa. Aktivitas di Inggris seolah berhenti sejenak saat prosesi berlangsung, menunjukkan betapa besarnya pengaruh Churchill dalam sejarah negara tersebut.

Menurut kajian dalam jurnal The Historical Journal pemakaman Churchill mencerminkan transformasi tradisi kenegaraan Inggris di era modern, di mana media massa memainkan peran penting dalam membangun memori kolektif nasional terhadap seorang tokoh besar.

Momen lain yang tak kalah menyentuh adalah ketika Ratu Elizabeth II menunjukkan gestur penghormatan yang tidak biasa dengan sedikit membungkukkan kepala. Tindakan tersebut dianggap sebagai simbol penghormatan mendalam dari monarki kepada seorang pemimpin sipil yang telah berjasa besar bagi negaranya.

Pemakaman ini hingga kini dikenang sebagai salah satu peristiwa paling emosional dalam sejarah modern Inggris—sebuah perpisahan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga penuh makna historis dan kemanusiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....