Bahaya Oversharing di Media Sosial

  • 02 Apr 2026 19:46 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Di era digital saat ini, media sosial menjadi ruang bebas bagi siapa saja untuk berbagi cerita, pengalaman, hingga emosi pribadi. Fenomena ini dikenal dengan istilah oversharing, yaitu kebiasaan membagikan informasi secara berlebihan tanpa mempertimbangkan dampaknya. Meski terlihat sepele dan bahkan dianggap sebagai bentuk ekspresi diri, oversharing dapat menimbulkan berbagai risiko yang sering kali tidak disadari.

Salah satu bahaya utama dari oversharing adalah terganggunya privasi individu. Informasi pribadi seperti lokasi, aktivitas harian, hingga masalah keluarga yang dibagikan secara terbuka dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Menurut Dini Prasetyo, seorang pakar keamanan digital dari Lembaga Literasi Digital Indonesia, “Semakin banyak informasi pribadi yang dibagikan di media sosial, semakin besar pula risiko penyalahgunaan data, mulai dari pencurian identitas hingga penipuan.” Hal ini menunjukkan pentingnya membatasi informasi yang dipublikasikan.

Selain berdampak pada keamanan, oversharing juga dapat mempengaruhi kesehatan mental. Kebiasaan membagikan terlalu banyak hal pribadi dapat memicu rasa penyesalan, kecemasan, bahkan stres ketika respons dari publik tidak sesuai harapan. Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Dr. Maya Kusuma, mengungkapkan bahwa “Oversharing sering kali dipicu oleh kebutuhan akan validasi. Ketika respons yang diterima tidak sesuai ekspektasi, individu bisa merasa tidak dihargai atau bahkan menyesal telah membuka terlalu banyak hal tentang dirinya.”

Oversharing juga dapat berdampak pada hubungan sosial. Informasi yang terlalu pribadi atau sensitif bisa menimbulkan konflik dengan keluarga, teman, atau rekan kerja. Tidak jarang, unggahan yang dianggap biasa justru menyinggung orang lain atau membuka masalah yang seharusnya bersifat privat. Hal ini dapat merusak kepercayaan dan kenyamanan dalam sebuah hubungan.

Untuk menghindari dampak negatif tersebut, penting bagi pengguna media sosial untuk lebih bijak dalam berbagi informasi. Memilah mana yang layak dibagikan dan mana yang sebaiknya disimpan sebagai privasi adalah langkah awal yang penting. Dengan kesadaran ini, media sosial dapat tetap menjadi ruang yang positif tanpa mengorbankan keamanan dan kesehatan mental penggunanya.

Oversharing bukan sekadar kebiasaan sederhana, melainkan fenomena yang memiliki dampak luas terhadap kehidupan pribadi dan sosial seseorang. Dengan memahami risiko yang ada, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menggunakan media sosial, sehingga manfaatnya tetap bisa dirasakan tanpa harus menghadapi konsekuensi yang merugikan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....