Fakta dan Mitos Seputar Petir

  • 27 Mar 2026 21:53 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari- Fenomena petir yang sering terjadi saat musim hujan masih kerap disalahpahami oleh masyarakat. Berbagai mitos yang beredar tidak jarang menimbulkan persepsi keliru, padahal pemahaman yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko bahaya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa petir merupakan pelepasan muatan listrik yang terjadi antara awan dengan bumi atau antar awan akibat perbedaan muatan listrik di atmosfer. Fenomena ini bahkan dapat terjadi meskipun hujan belum turun di suatu wilayah, karena sambaran petir bisa menjangkau area yang cukup jauh dari pusat awan badai (BMKG, 2022).

Salah satu mitos yang masih berkembang adalah petir tidak akan menyambar tempat yang sama dua kali. Faktanya, sambaran petir justru dapat terjadi berulang pada objek yang sama, terutama pada bangunan tinggi atau benda yang menjulang karena menjadi jalur tercepat menuju tanah. Selain itu, berteduh di bawah pohon saat hujan petir masih dianggap aman oleh sebagian masyarakat. Padahal, menurut BMKG, pohon merupakan salah satu objek yang paling sering tersambar petir. Hal ini membuat orang yang berada di bawahnya berisiko terkena aliran listrik dari sambaran tersebut.

Mitos lain yang cukup populer adalah penggunaan ponsel saat hujan petir dapat menarik sambaran. Secara ilmiah, hal tersebut tidak terbukti. Petir lebih dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti keberadaan objek tinggi, area terbuka, serta kelembapan udara, bukan oleh perangkat kecil seperti ponsel.

Di sisi lain, terdapat sejumlah fakta penting yang perlu diperhatikan. BMKG menyebutkan bahwa berada di dalam bangunan tertutup dengan instalasi listrik yang baik merupakan langkah paling aman saat terjadi petir. Namun, masyarakat tetap disarankan membatasi penggunaan alat elektronik yang terhubung langsung dengan listrik untuk menghindari risiko.

Selain itu, petir memiliki energi yang sangat besar dengan suhu yang dapat mencapai puluhan ribu derajat Celsius. Kondisi ini menjadikan sambaran petir sangat berbahaya dan dapat menyebabkan cedera serius hingga kematian (World Meteorological Organization, 2021).

Dengan memahami perbedaan antara mitos dan fakta, masyarakat diharapkan lebih waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem. Edukasi yang tepat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko serta menjaga keselamatan, khususnya di wilayah rawan hujan disertai petir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....