Ragam Menu Khas Lebaran di Berbagai Daerah, Cerminan Kekayaan Kuliner Nusantara

  • 21 Mar 2026 11:23 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Perayaan Idul Fitri di Indonesia tidak hanya menjadi momen kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa, tetapi juga ajang untuk menikmati beragam kuliner khas dari berbagai daerah. Setiap wilayah memiliki sajian tradisional yang menjadi ciri khas saat Lebaran, mencerminkan kekayaan budaya Nusantara.

Di Pulau Jawa, misalnya, ketupat menjadi hidangan yang hampir selalu hadir di meja makan. Disajikan bersama opor ayam dan sambal goreng, ketupat memiliki makna simbolis sebagai lambang kesucian dan saling memaafkan.

Sementara itu, di Sumatera Barat, masyarakat menyajikan rendang sebagai menu utama. Olahan daging sapi dengan rempah-rempah khas ini dikenal dengan cita rasa gurih dan tahan lama, sehingga cocok disajikan dalam momen kebersamaan.

Berpindah ke wilayah timur Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara, lapa-lapa menjadi sajian khas yang tidak kalah populer. Terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dan dibungkus daun kelapa, lapa-lapa biasanya disantap bersama ikan atau lauk khas daerah.

Di Makassar, masyarakat juga mengenal burasa, yang memiliki bentuk serupa lontong namun dengan cita rasa lebih gurih karena menggunakan santan. Hidangan ini sering disajikan bersama coto Makassar atau opor ayam saat Lebaran.

Tak ketinggalan, di beberapa daerah lain seperti Aceh, terdapat kuah beulangong yang menjadi sajian khas saat hari raya. Hidangan ini berupa kari daging dengan bumbu rempah yang kuat, dimasak dalam jumlah besar untuk dinikmati bersama.

Ragam menu khas Lebaran tersebut tidak hanya menghadirkan cita rasa yang beragam, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan identitas budaya masing-masing daerah. Tradisi memasak dan menyajikan hidangan khas ini biasanya dilakukan secara turun-temurun dan melibatkan seluruh anggota keluarga.

Di tengah perkembangan zaman, keberadaan menu khas Lebaran tetap dipertahankan sebagai bagian dari warisan kuliner Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa makanan tidak hanya berfungsi sebagai pemenuh kebutuhan, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga nilai budaya dan mempererat hubungan sosial.

Dengan keberagaman kuliner yang dimiliki, perayaan Idul Fitri di Indonesia menjadi semakin kaya makna, menghadirkan kehangatan dan kebersamaan dalam setiap sajian yang dihidangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....