Februari, Bulan Paling Singkat Cuma 28 Hari

  • 28 Feb 2026 22:07 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Di antara dua belas bulan dalam setahun, Februari menjadi satu-satunya bulan yang memiliki jumlah hari paling sedikit, yakni 28 hari. Keunikan ini kerap memunculkan pertanyaan, mengapa hanya Februari yang lebih singkat dibanding bulan lainnya

Secara historis, sistem kalender modern yang kita gunakan saat ini mengacu pada Kalender Gregorian yang diperkenalkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582, penyempurnaan dari Kalender Julian warisan Romawi Kuno. Dalam sistem ini, satu tahun rata-rata memiliki 365 hari, sementara peredaran bumi mengelilingi matahari memerlukan sekitar 365 hari lebih seperempat hari.

Untuk menyesuaikan selisih tersebut, ditetapkanlah sistem tahun kabisat setiap empat tahun sekali, di mana Februari mendapat tambahan satu hari menjadi 29 hari. Itulah sebabnya Februari terkadang terasa lebih panjang dibanding biasanya.

Fenomena ini menjadikan Februari sebagai bulan yang unik. Banyak orang menganggapnya sebagai bulan yang cepat berlalu, sehingga sering disebut bulan yang paling singkat terasa.

Secara psikologis, bulan yang lebih pendek juga kerap memberi kesan waktu berjalan lebih cepat. Tak heran jika Februari sering menjadi momentum refleksi awal tahun, mengevaluasi target dan resolusi sebelum memasuki bulan-bulan berikutnya.

Dengan hanya 28 hari atau 29 saat kabisat Februari tetap memiliki tempat istimewa dalam sistem kalender dunia. Singkat, namun penuh cerita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....