BB Sultra Rayakan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026

  • 18 Feb 2026 18:41 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Gelak tawa dan celoteh riang dalam bahasa daerah memenuhi Aula Kandai, Kantor Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (BB Sultra), Jumat, 13 Februari 2026. Tidak ada gawai di tangan mereka pagi itu; yang ada hanyalah buku cerita, gerakan tubuh yang ekspresif, dan kebanggaan menuturkan bahasa ibunya. Sebanyak 16 siswa dari SDN 6 Kendari menjadi aktor utama dalam perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional (HBII) 2026 yang digelar BB Sultra. ‎

‎Di tengah gempuran bahasa asing dan bahasa gaul, anak-anak ini membuktikan bahwa bahasa daerah—identitas asli mereka—masih memiliki tempat istimewa. Panggung Kecil Penjaga Tradisi

‎Suasana semakin hidup ketika Adeline, siswi SDN 6 Kendari, maju ke depan. Dengan percaya diri, ia mendongeng menggunakan bahasa Tolaki yang fasih. Adeline bukan sekadar siswa biasa; ia adalah pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi, sebuah bukti bahwa regenerasi penutur bahasa daerah di Sulawesi Tenggara masih menyala.‎

Dipandu oleh Ikatan Alumni (IKA) Duta Bahasa Sultra, Herdin dan Adinda, acara ini dikemas jauh dari kesan kaku. Para siswa diajak bermain "tebak gaya" menggunakan kosakata bahasa daerah, membaca buku dongeng bermuatan lokal, hingga bercerita bebas.

Kasubbag Umum Balai Bahasa beserta guru pendamping SDN 6 Kendari yang turut hadir tampak antusias menyaksikan bagaimana metode bermain sambil belajar ini efektif memantik keberanian siswa berbahasa daerah.‎

‎Meski digelar secara tatap muka di Aula Kandai, acara ini memiliki jangkauan nasional. Kepala BB Sultra, Dewi Pridayanti, hadir secara virtual menyapa para peserta. Puncak legitimasi acara ditandai dengan pembukaan resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa, Dora Amalia, yang juga hadir melalui sambungan maya menegaskan pentingnya peringatan HBII sebagai momentum pelestarian bahasa.‎

Dialog Interaktif Kolaborasi dengan RRI Kendari

‎Semangat pelestarian bahasa ibu di BBP Sultra tahun ini tidak hanya berhenti di ruang kelas atau aula pertemuan. Sebelum keceriaan bersama siswa SDN 6 Kendari, BB Sultra telah lebih dulu menyuarakan urgensi bahasa daerah melalui gelombang udara bekerja sama dengan RRI Kendari, Kamis, 12 Februari 2026.‎

Dalam dialog interaktif tersebut, BBP Sultra menghadirkan pendekatan yang relevan dengan tantangan zaman: "Pendidikan Bahasa Daerah Melalui Cerita Anak Multibahasa dan Konten Digital". Dwi Pratiwi S. Husba, Penerjemah Balai Bahasa Provinsi Sultra, hadir membedah bagaimana alih wahana cerita anak ke dalam bahasa daerah menjadi pintu masuk yang ramah bagi anak-anak untuk mengenal akar budayanya.

Sementara itu, Dedi Wiranto, seorang pemengaruh (influencer) yang fokus pada lokalitas Sultra, berbagi perspektif tentang bagaimana konten digital bisa menjadi "ruang kelas baru" yang asik dan kekinian.

Urgensi Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional

Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional setiap tanggal 21 Februari sesungguhnya lebih dari sekadar seremonial tahunan UNESCO. Ia hadir sebagai alarm kesadaran di tengah sunyinya ancaman kepunahan ribuan bahasa lokal di seluruh dunia.

Bagi masyarakat Sulawesi Tenggara yang dianugerahi keragaman etnis, momentum ini menjadi benteng pertahanan kultural. Tujuannya sederhana, tetapi fundamental: memastikan bahwa kearifan lokal, filosofi hidup, dan kekayaan batin yang tersimpan dalam bahasa daerah tidak luntur tergerus zaman sehingga tetap berdenyut hidup dalam percakapan di meja makan keluarga hingga ruang-ruang publik.

Di sisi lain, perayaan ini menegaskan betapa krusialnya peran bahasa ibu dalam pendidikan multibahasa. Penguasaan bahasa—termasuk bahasa daerah—tidak menghambat, tetapi justru menjadi fondasi kokoh bagi anak untuk mempelajari bahasa negara dan bahasa asing. Dengan merawat bahasa ibu, kita tidak hanya menjaga kata-kata, tetapi juga sedang merawat "jiwa" dari generasi penerus agar mereka tumbuh cerdas tanpa kehilangan akar identitasnya.

Kolaborasi ini—antara interaksi langsung duta bahasa dan siswa di Aula Kandai, serta diskusi strategis di RRI—membentuk satu narasi utuh: pelestarian bahasa ibu membutuhkan kerja bersama. Mulai dari peran guru di sekolah, orang tua di rumah, hingga kreator konten di media sosial. ‎

Peringatan HBII 2026 di Kendari tahun ini menjadi pengingat bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi masa lalu, melainkan jembatan masa depan yang harus terus dirawat oleh generasi Adeline dan teman-temannya.

BB Sultra berharap para pemangku kepentingan, masyarakat, pendidik, dan orang tua semakin sadar bahwa merawat bahasa ibu adalah upaya merawat identitas dan kecerdasan generasi penerus bangsa. Selamat memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....