Polri Fasilitasi Akses KUR dan Penyerapan Hasil Jagung

  • 06 Feb 2026 17:22 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Jakarta – Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama berbagai instansi untuk memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak di Mabes Polri, Jumat 6 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan mengawal proses produksi dari hulu hingga hilir guna memastikan kesejahteraan petani binaan di seluruh wilayah Indonesia.

Rakor dipimpin oleh Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, Brigjen Langgeng Purnomo, dan diikuti jajaran Polda secara daring.

Brigjen Langgeng Purnomo menjelaskan bahwa koordinasi ini merupakan evaluasi atas keberhasilan Indonesia tanpa impor jagung pakan pada tahun 2025.

"Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya untuk menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi," ujar Brigjen Langgeng Purnomo.

Polri hadir memfasilitasi akses permodalan bagi kelompok tani melalui program Kredit Usaha Rakyat yang melibatkan perbankan Himbara.

Senior Vice President BRI, Danang Andi Wijanarko, menyebutkan pihaknya menyiapkan plafon 180 triliun rupiah untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian.

Selain urusan modal, Polri bekerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen petani guna memutus rantai tengkulak.

Bulog menargetkan pengadaan jagung sebanyak satu juta ton untuk cadangan pangan pemerintah dengan harga beli 6.400 rupiah per kilogram.

“Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah,” tambah Brigjen Langgeng Purnomo.

Program ini diharapkan dapat memanfaatkan lahan tidur sekaligus meningkatkan taraf hidup petani jagung secara berkelanjutan melalui pendampingan manajerial.

Optimalisasi produksi jagung nasional menjadi target utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang tangguh di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....