Thrifting Jadi Gaya Belanja Favorit Anak Muda
- 24 Des 2025 13:15 WIB
- Kendari
KBRN, Kendari: Thrifting atau belanja pakaian bekas kini menjelma menjadi gaya hidup yang digemari anak muda. Aktivitas yang dulu identik dengan keterbatasan ekonomi, kini justru dipandang sebagai pilihan cerdas, unik, dan ramah lingkungan. Dari pasar loak hingga toko daring, thrifting semakin populer seiring meningkatnya kesadaran akan sustainable fashion.
Menurut Dina Prameswari, pengamat fashion sekaligus dosen Desain Mode di Institut Kesenian Jakarta (IKJ), thrifting mencerminkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap fashion. “Anak muda sekarang tidak lagi terpaku pada merek mahal. Mereka lebih menghargai nilai, cerita, dan dampak lingkungan dari pakaian yang dikenakan,” ujarnya saat dihubungi, 6 Agustus 2025.
Selain harga yang lebih terjangkau, thrifting juga menawarkan keunikan karena model pakaian cenderung terbatas dan tidak pasaran. Banyak anak muda merasa lebih bebas mengekspresikan gaya personal melalui pakaian bekas. Di sisi lain, thrifting juga dianggap sebagai langkah nyata mengurangi limbah tekstil yang terus meningkat setiap tahun.
“Saya bisa dapat jaket branded dengan harga jauh lebih murah, dan rasanya lebih puas karena tidak ikut fast fashion,” kata Rizky Ananda, mahasiswa di Bandung yang aktif berburu pakaian thrift. Ia mengaku mulai rutin thrifting sejak dua tahun terakhir setelah mengenal dampak industri fashion terhadap lingkungan dari media sosial.
Tren thrifting diprediksi masih akan bertahan dan berkembang, seiring meningkatnya kesadaran anak muda terhadap konsumsi berkelanjutan. Selama didukung dengan edukasi soal kebersihan dan kualitas produk, thrifting tidak hanya menjadi gaya belanja alternatif, tetapi juga gerakan sosial yang mendorong perubahan positif dalam industri fashion.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....