Bencana Alam yang Menginspirasi Karya Sastra Abadi

  • 15 Jul 2026 15:55 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pada tahun 1816, dunia mengalami fenomena iklim yang dikenal sebagai “Tahun Tanpa Musim Panas”. Peristiwa ini dipicu oleh letusan dahsyat Gunung Tambora di Indonesia yang menyebabkan perubahan cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia. Di tengah suasana langit yang suram dan cuaca yang tidak menentu, sekelompok penulis muda berkumpul di sebuah vila di tepi Danau Jenewa, Swiss, tanpa menyadari bahwa pertemuan tersebut akan melahirkan salah satu karya sastra paling berpengaruh sepanjang masa.

Di antara para tamu yang hadir terdapat Mary Shelley, seorang penulis muda yang saat itu masih berusia 18 tahun. Bersama Lord Byron, Percy Bysshe Shelley, dan rekan-rekan mereka, Mary mengikuti tantangan untuk menulis cerita horor. Dari sebuah mimpi yang menggugah imajinasinya tentang seorang ilmuwan yang berhasil menciptakan kehidupan dari bagian tubuh manusia, lahirlah gagasan yang kemudian berkembang menjadi novel Frankenstein; or, The Modern Prometheus.

Novel tersebut diterbitkan dan segera menarik perhatian publik karena menggabungkan unsur horor, filsafat, serta pertanyaan mendalam mengenai batas-batas ilmu pengetahuan. Selain menjadi karya sastra klasik, banyak akademisi menilai Frankenstein sebagai salah satu fondasi awal lahirnya genre fiksi ilmiah modern. Pandangan ini sejalan dengan kajian akademik berjudul Frankenstein and the Origins of Science Fiction, yang menyoroti bagaimana karya tersebut membuka ruang diskusi mengenai hubungan antara sains, etika, dan tanggung jawab manusia terhadap ciptaannya.

Lebih dari dua abad setelah pertama kali diperkenalkan kepada dunia, Frankenstein tetap relevan dan terus menjadi bahan kajian di berbagai bidang ilmu. Kisah yang lahir dari perpaduan tragedi alam, kreativitas sastra, dan refleksi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan itu menjadi pengingat bahwa karya besar sering kali muncul dari situasi yang tidak terduga. Hingga kini, Mary Shelley dikenang sebagai pelopor yang berhasil mengubah sebuah mimpi menjadi warisan sastra yang mendunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....