Kolaborasi Lintas Lembaga Perluas Program Bedah Rumah di Sultra
- 01 Okt 2026 07:17 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Kolaborasi lintas lembaga melalui Program Gotong Royong Bedah Rumah ditargetkan mampu membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang lebih layak di Sulawesi Tenggara.
Program tersebut diluncurkan di Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kendari, Rabu (30/9/2026), dan dilaksanakan serentak di 17 kabupaten/kota se-Sultra secara daring.

Program digagas melalui kerja sama BAZNAS Sultra, Kejaksaan Tinggi Sultra, Tunas Muda Adhyaksa, REI Sultra, Satker Penyedia Perumahan Wilayah III Sulawesi serta sejumlah pihak lainnya.
Ketua BAZNAS Sultra, Punardin, S.Ag., menjelaskan program tersebut menargetkan pembangunan 200 unit rumah. Sasaran penerima merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang berada pada desil 1 hingga 4.
Bantuan untuk setiap rumah mencapai Rp50 juta. Anggaran tersebut terdiri atas Rp20 juta dari BSPS APBN dan Rp30 juta yang bersumber dari dana CSR yang dikelola BAZNAS.
Punardin mengatakan pendataan penerima dilakukan secara terintegrasi dengan instansi perumahan agar bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan data program perumahan nasional.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengawasan dan Pengendalian sekaligus Pembina Wilayah Provinsi Sultra, Hj. Neyla Saida Anwar, mengatakan program tersebut memperlihatkan manfaat zakat, infak, dan sedekah dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kepala Kejati Sultra, Dr. Sugeng Riyanta, mengatakan penguatan kolaborasi menjadi bagian penting agar program bedah rumah tidak berjalan secara parsial.
“Gotong royong ini kita hidupkan kembali sebagai kekuatan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain pembangunan rumah, program tersebut turut diarahkan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan dokumen pertanahan melalui program sertifikasi tanah yang dilaksanakan bersama Badan Pertanahan Nasional.
Dalam peluncuran program, Andi Sumangerukka turut memberikan dukungan pribadi sebesar Rp250 juta. Donasi tersebut kemudian diikuti sejumlah pihak yang hadir sehingga terkumpul tambahan sekitar Rp400 juta secara spontan.
Dukungan tersebut diarahkan untuk mempercepat pembangunan rumah penerima manfaat.
“Ini bukan untuk siapa-siapa, ini untuk menyejahterakan masyarakat. Rumahnya harus jadi,” kata Andi Sumangerukka.
Selain bantuan pembangunan rumah, kegiatan juga diisi penyerahan sertifikat tanah dan 150 paket sembako kepada masyarakat.
Salah satu penerima manfaat, Abdul Rahman, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima. Warga penyandang disabilitas tersebut berharap pembangunan rumah dapat segera rampung dan ditempati bersama keluarganya.
Usai peluncuran, jajaran pemerintah daerah bersama Kejati Sultra dan pihak terkait meninjau lokasi rumah penerima manfaat di Kelurahan Mokoau sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....